Pemkot Makassar Uji Kendaraan Penyedot Sedimen Asal Jepang di Kanal Gunung Bawakaraeng Jelang Musim Hujan

Penulis: Ginanjar Raharjo  •  Selasa, 27 Oktober 2026 | 13:18:31 WIB
Kendaraan penyedot sedimen asal Jepang didemonstrasikan di Kanal Gunung Bawakaraeng, Makassar.

MAKASSAR — Penjajakan teknologi tersebut difasilitasi perusahaan konsultan Nippon Koei Co., Ltd. dalam skema kerja sama antarkota Makassar–Yokohama. Armada yang didemonstrasikan terdiri dari dua perangkat: penyedot berdaya tinggi dan penyemprot bertekanan tinggi.

Munafri Arifuddin menyebut inovasi teknologi sebagai salah satu alternatif untuk mempercepat respons pemerintah terhadap potensi banjir. Ia meninjau demonstrasi di kanal depan Dankeslap TNI AD, Jalan Gunung Bawakaraeng.

"Ke depan, alat ini diharapkan bisa membantu mengantisipasi banjir dan genangan. Dengan begitu, penanganan air di kanal maupun selokan bisa dilakukan lebih cepat dan efektif," kata Munafri di sela-sela peninjauan.

Saluran Tertutup dan Sedimen Jadi Kendala Utama

Menurut Munafri, tantangan terbesar penanganan drainase di Makassar adalah banyaknya saluran air yang tertutup serta penumpukan sedimen dan sampah. Kondisi itu membuat pembersihan manual atau konvensional kerap terkendala.

"Kota Makassar memiliki banyak saluran, termasuk yang tertutup. Karena itu, kita membutuhkan alat yang bisa membantu proses penyedotan dan pembersihan secara lebih maksimal, sehingga persoalan sampah dan sedimentasi di saluran dapat ditangani dengan lebih baik," jelas Ketua IKA FH Unhas tersebut.

Sistem kendaraan penyedot berpotensi mengalirkan genangan air langsung ke kanal utama atau pembuangan akhir. Sementara semprotan bertekanan tinggi berfungsi membilas dan menghancurkan endapan lumpur serta sampah keras yang menyumbat saluran.

Masih Uji Coba Awal, Efektivitas Belum Dipastikan

Munafri menegaskan demonstrasi ini baru tahap uji coba awal. Pemkot Makassar akan mengevaluasi kesesuaian teknologi dengan karakteristik drainase kota, efektivitas operasional, hingga asas manfaatnya bagi warga.

"Melalui langkah antisipatif ini, kita berupaya memastikan penanganan genangan dan banjir dapat dilakukan secara lebih terukur, efektif, dan berorientasi pada keselamatan serta kenyamanan warga," ujar pria yang juga menjabat Ketua DPD Partai Demokrat Sulsel itu.

Dikejar Jadwal Curah Hujan Tinggi

Langkah ini merupakan tindak lanjut prediksi BMKG yang memperkirakan Makassar mengalami peningkatan curah hujan mulai akhir November hingga awal Desember. Pemkot berharap kapasitas seluruh saluran air rawan banjir sudah optimal sebelum curah hujan tinggi menerpa wilayah tersebut.

Belum ada keterangan soal nilai investasi, jumlah unit yang akan diadakan, maupun tenggat keputusan hasil evaluasi. Sejauh ini baru satu unit armada yang didemonstrasikan di kanal Gunung Bawakaraeng.

Reporter: Ginanjar Raharjo
Sumber: makassartoday.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top