MAKASSAR — Tri Sulkarnain Ahmad, yang hadir mewakili unsur pimpinan DPRD Kota Makassar, menegaskan bahwa sinergi antara pemerintah dan ormas bukan sekadar formalitas. Menurutnya, keterlibatan organisasi masyarakat menjadi kunci dalam menciptakan tata kelola yang transparan dan bertanggung jawab.
“Melalui kegiatan ini, mari bersama membangun sinergi antara pemerintah dan organisasi kemasyarakatan guna menciptakan tata kelola pemerintahan yang baik, transparan, dan bertanggung jawab,” ujarnya dalam sambutan.
Kegiatan tersebut digagas oleh Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kota Makassar bersama DPRD setempat. Peserta yang hadir berasal dari berbagai unsur ormas di ibu kota Provinsi Sulawesi Selatan itu.
Materi dari Dua Narasumber: Fungsi Ormas hingga Manajemen Organisasi
Dua narasumber dihadirkan untuk mengisi sesi sosialisasi. Alifian Mudhary dari Kesbangpol Kota Makassar memaparkan materi seputar fungsi, tugas, dan kewajiban organisasi kemasyarakatan dalam kehidupan bermasyarakat.
Sementara itu, Zulkifli Thahir menyoroti aspek pengelolaan organisasi. Ia menekankan pentingnya profesionalisme, tertib administrasi, serta manajemen yang baik agar ormas mampu memberi kontribusi nyata bagi masyarakat dan pemerintah daerah.
Bukan Sekadar Seremonial, Ada Target Pengawasan Konkret
Tri Sulkarnain menilai kegiatan ini bukan sekadar seremonial. Ia menyebut forum semacam ini menjadi ruang edukasi bagi masyarakat untuk memperkuat pemahaman terkait fungsi pengawasan serta keterlibatan aktif ormas dalam pembangunan daerah.
Antusiasme peserta terlihat sepanjang acara. Diskusi berlangsung interaktif, mencerminkan bahwa kesadaran akan peran ormas dalam mengawal kebijakan publik mulai menguat di kalangan warga Makassar.
Kegiatan Angkatan III Tahun 2026 ini menjadi bagian dari rangkaian program yang telah berjalan sebelumnya. DPRD dan Kesbangpol berharap pola kemitraan ini terus berlanjut, tidak hanya saat agenda tahunan, tetapi juga dalam pengawasan harian terhadap jalannya roda pemerintahan di Kota Makassar.