PANGKEP — Kontingen Sulawesi Selatan berhasil lolos ke babak final ajang Asah Terampil pada Pekan Nasional (PENAS) Petani Nelayan XVII. Kompetisi ini akan berlangsung di Gorontalo dan mempertemukan peserta terbaik dari 38 provinsi di Indonesia.
Babak Final Dinilai Lebih Ketat dari Tahun Sebelumnya
Proses seleksi yang berlangsung di tingkat provinsi berjalan ketat. Tim Sulsel harus menunjukkan penguasaan teknis di bidang budidaya, panen, hingga pascapanen untuk bisa melaju ke putaran final.
PENAS XVII tahun ini mengusung semangat peningkatan produktivitas petani dan nelayan melalui inovasi dan keterampilan terapan. Ajang Asah Terampil menjadi salah satu indikator utama kesiapan sumber daya manusia sektor pangan di daerah.
Harapan Baru untuk Petani dan Nelayan Indonesia
Partisipasi Sulsel di final PENAS XVII membawa angin segar bagi pengembangan sektor pertanian dan perikanan di kawasan timur Indonesia. Ajang ini tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga forum pembelajaran dan pertukaran teknologi tepat guna antar daerah.
Dengan lolosnya Sulsel, publik berharap muncul inovasi baru yang bisa direplikasi di kampung-kampung nelayan dan sentra pertanian. Transfer pengetahuan dari peserta terbaik dinilai mampu mendorong perubahan metode kerja yang lebih efisien.
PENAS XVII: Ajang Strategis Bangun Ketahanan Pangan
PENAS Petani Nelayan merupakan agenda nasional yang digelar setiap beberapa tahun sekali. Tahun ini, Gorontalo ditunjuk sebagai tuan rumah, menjadikannya pusat perhatian bagi pelaku sektor pangan dari Sabang sampai Merauke.
Sejumlah program pendampingan dan pelatihan juga digelar bersamaan dengan ajang Asah Terampil. Hal ini diharapkan mampu memperkuat ekosistem pertanian dan perikanan yang lebih modern dan berdaya saing.
Kontingen Sulsel kini bersiap menghadapi lawan-lawan berat dari provinsi lain yang juga telah melalui seleksi ketat di daerah masing-masing. Final akan mempertemukan tim terbaik dalam serangkaian uji keterampilan yang mengukur kemampuan teknis dan manajerial di lapangan.