Pencarian

BAZNAS Bone Bolango dan HEBITREN Gorontalo Sinergi Sukseskan PESONA 2026 dan PENAS XVII Petani Nelayan

Senin, 22 Juni 2026 • 18:23:01 WIB
BAZNAS Bone Bolango dan HEBITREN Gorontalo Sinergi Sukseskan PESONA 2026 dan PENAS XVII Petani Nelayan
Ketua BAZNAS Bone Bolango dan HEBITREN Gorontalo membuka stand pameran bersama di PENAS XVII Petani Nelayan.

GORONTALO — Sinergi antara BAZNAS Bone Bolango dan HEBITREN Gorontalo terwujud dalam dua ajang besar sekaligus. Ketua BAZNAS Bone Bolango, Faisal Pakaya, yang juga menjabat Ketua Dewan Pembina HEBITREN Provinsi Gorontalo, menyebut kerja sama ini krusial untuk meningkatkan literasi keuangan syariah dan mendorong kemandirian ekonomi umat.

PESONA 2026: Fokus Digitalisasi UMKM Lokal

Gelaran PESONA 2026 yang diinisiasi Bank Indonesia mengusung tema “Sinergi Akselerasi Digitalisasi Gorontalo (SERLIGO)”. Faisal menjelaskan, tema ini bertujuan mempercepat transformasi digital bagi pelaku usaha lokal dan UMKM agar daya saingnya meningkat di pasar modern.

Pembukaan PESONA 2026 berlangsung di Taman Budaya Limboto pada Jumat malam. Acara dibuka Wakil Gubernur Gorontalo dan dihadiri jajaran Kepala Perwakilan Bank Indonesia, bupati, sekda, Forkopimda, Komite Daerah Ekonomi dan Keuangan Syariah (KDEKS), akademisi, serta pimpinan pesantren se-Gorontalo.

Stand Pameran PENAS XVII: Produk Santri Jadi Primadona

Kolaborasi BAZNAS dan HEBITREN yang didukung Bank Indonesia juga tampil di arena PENAS XVII Petani dan Nelayan. Melalui stand pameran bersama, mereka menghadirkan produk unggulan hasil karya santri dan kelompok binaan pesantren.

Beragam komoditas dipamerkan, mulai dari produk pertanian organik ramah lingkungan, aneka olahan pangan kreatif, hingga kerajinan tangan bernilai ekonomis. Pameran ini juga dimanfaatkan untuk memperkenalkan layanan Koperasi Syariah HEBITREN “Ma’ahid” sebagai motor penggerak ekonomi lokal berbasis syariah.

Sekda Bone Bolango Apresiasi Produk Organik

Sekretaris Daerah Kabupaten Bone Bolango, Iwan Mustapa, menyempatkan hadir meninjau stand. Ia memberikan apresiasi tinggi atas inovasi dan kualitas produk organik yang ditampilkan dalam pameran tersebut.

Ekonomi Syariah Butuh Kolaborasi Berkelanjutan

Di akhir kesempatan, Faisal Pakaya menekankan akselerasi ekonomi syariah tidak bisa berjalan sendiri-sendiri. Menurutnya, diperlukan kerja sama kompak dan berkelanjutan dari seluruh elemen sektor publik, lembaga keuangan, dan lembaga keagamaan.

Melalui kolaborasi BAZNAS, HEBITREN, Bank Indonesia, pemerintah daerah, dan seluruh pemangku kepentingan, ekonomi syariah di Gorontalo diharapkan terus berkembang dan berdampak nyata bagi kesejahteraan masyarakat.

Bagikan
Sumber: sharenews.id

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks