MAKASSAR — Pelajar dan lansia di Sulawesi Selatan kini bisa naik Bus Trans Sulsel dengan tarif Rp2.000 per perjalanan, lebih murah dari tarif umum Rp4.600. Kebijakan ini mulai disosialisasikan secara intensif oleh Dinas Perhubungan Provinsi Sulawesi Selatan sejak beberapa pekan terakhir.
Verifikasi Data Wajib, Berikut Lokasi Pendaftarannya
Calon pengguna tarif khusus harus melalui proses verifikasi data menggunakan KTP dan Kartu Keluarga. Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Sulawesi Selatan Andi Erwin Terwo mengatakan, langkah ini untuk memastikan subsidi tepat sasaran.
Layanan verifikasi dibuka di lima titik strategis: Mall Panakkukang, Universitas Hasanuddin, terminal utama, hingga wilayah Kabupaten Takalar. Pemprov juga menggandeng Bank Sulselbar untuk menyediakan layanan isi ulang kartu pembayaran elektronik sekaligus memperluas sosialisasi sistem non tunai.
1,15 Juta Penumpang dalam Setahun, Koridor CPI Paling Padat
Dalam satu tahun pengelolaan oleh Pemprov Sulsel, Trans Sulsel mencatat 1,15 juta penumpang. Angka ini menjadi indikator tumbuhnya minat masyarakat terhadap angkutan massal sebagai pilihan mobilitas harian.
"Hasil pengamatan kami menunjukkan beberapa koridor, khususnya Koridor CPI, hampir selalu dipenuhi penumpang pada setiap perjalanan. Ini menjadi sinyal positif bahwa layanan Trans Sulsel semakin diminati," kata Andi Erwin.
37 Unit Bus Melayani 3 Koridor, Dua Kendala Masih Dikeluhkan
Saat ini, Trans Sulsel mengoperasikan 37 unit bus yang melayani Koridor 1, Koridor 2, dan Koridor 5. Namun, masih ada sejumlah tantangan dalam operasional layanan.
Dua kendala utama yang diakui Dinas Perhubungan adalah keterbatasan lokasi pengisian ulang kartu pembayaran elektronik dan kemacetan pada sejumlah ruas jalan yang berdampak terhadap jadwal penjemputan penumpang.
Fakta Singkat Tarif Khusus Trans Sulsel
- Tarif pelajar, mahasiswa, lansia, dan disabilitas: Rp2.000 per perjalanan
- Tarif umum: Rp4.600 per perjalanan
- Verifikasi wajib: KTP dan Kartu Keluarga
- Lokasi verifikasi: Mall Panakkukang, Unhas, terminal, dan Kabupaten Takalar
- Jumlah armada: 37 unit bus untuk 3 koridor
Pemprov Evaluasi Pengembangan, Target Perluasan Jangkauan
Pemprov Sulsel terus mengevaluasi kebutuhan pengembangan layanan, termasuk peningkatan kualitas armada, penguatan integrasi antarkoridor, serta perluasan jangkauan ke kawasan dengan mobilitas tinggi. Sosialisasi juga melibatkan pemerintah daerah hingga tingkat desa, khususnya di Kabupaten Takalar yang menjadi salah satu wilayah layanan Trans Sulsel.
Andi Erwin menilai potensi peningkatan jumlah pengguna masih terbuka seiring kesadaran masyarakat untuk beralih ke transportasi publik. Biaya perjalanan yang lebih terjangkau dibandingkan kendaraan pribadi menjadi faktor utama pendorong tren positif ini.