SIDRAP — Kepemimpinan di jajaran Polres Sidrap kembali berganti. Mabes Polri menerbitkan Surat Telegram (ST) yang memutasi Kapolres Sidrap, AKBP Dr. Fantry Taherong, ke jabatan baru di tingkat Polda Sulsel.
Kasi Humas Polres Sidrap, IPDA Andi Zain, membenarkan informasi tersebut saat dikonfirmasi, Jumat (26/6/2026). “Benar, berdasarkan Surat Telegram Kapolri, AKBP Dr. Fantry Taherong mendapat amanah sebagai Kabag Binkar Polda Sulsel dan akan digantikan AKBP Indra Waspada Yuda yang sebelumnya menjabat Kapolres Parepare,” ujarnya.
Promosi ke Polda: Kabag Binkar Polda Sulsel
Jabatan Kabag Binkar (Bagian Pembinaan Karier) di Polda Sulsel merupakan posisi strategis. Peran utamanya adalah mengelola pengembangan karier personel kepolisian di tingkat provinsi. Promosi ini menjadi langkah naik bagi AKBP Fantry Taherong dalam jenjang kariernya sebagai perwira menengah.
Selama memimpin Polres Sidrap, AKBP Fantry dikenal aktif membangun sinergi dengan berbagai elemen. Ia merawat komunikasi dengan Pemerintah Kabupaten Sidrap, tokoh agama, tokoh masyarakat, hingga organisasi kepemudaan dan kalangan petani. Di bawah komandonya, Polres Sidrap fokus pada pemeliharaan keamanan, pemberantasan narkoba, dan penguatan pelayanan publik dengan pendekatan humanis.
AKBP Indra Waspada Yuda: Dari Kota Parepare ke Bumi Nene Mallomo
AKBP Indra Waspada Yuda bukan sosok baru di kawasan Ajatappareng. Sebelumnya, ia memimpin Polres Parepare, kota dengan dinamika perkotaan dan aktivitas ekonomi tinggi di Sulawesi Selatan. Pengalamannya menangani keamanan di wilayah padat penduduk itu diharapkan menjadi modal berharga.
Sidrap dikenal sebagai salah satu sentra pertanian dan perdagangan terbesar di kawasan tersebut. Stabilitas keamanan menjadi faktor krusial bagi denyut ekonomi daerah lumbung pangan ini. Masyarakat Sidrap menanti kehadiran resmi AKBP Indra Waspada Yuda di Bumi Nene Mallomo.
Kapan Sertijab Dilaksanakan?
Hingga saat ini, jadwal serah terima jabatan (sertijab) masih menunggu petunjuk dari pimpinan. Proses pergantian pimpinan di tubuh Polri biasanya berlangsung paling lambat dua pekan setelah telegram mutasi diterbitkan.
Bagi warga Parepare, mutasi ini menjadi momen melepas sosok kapolres yang selama ini berada di garda depan menjaga stabilitas keamanan kota. Sementara bagi Sidrap, pergantian ini menandai awal kepemimpinan baru yang akan menentukan arah pelayanan kepolisian ke depan.