SULAWESI SELATAN — Masalah yang sudah mengganggunya selama setahun terakhir memuncak di MotoGP Belanda 2026. Pedro Acosta kehilangan sensasi pada tiga jari tangan kanannya saat balapan utama, kondisi yang membuatnya nyaris menabrak Marc Marquez di Tikungan 1. Pebalap berusia 22 tahun itu akhirnya memilih keluar dari lintasan demi keselamatan.
Bukan Arm Pump, Melainkan Saraf Terjepit di Pergelangan
Acosta menegaskan cedera yang dialaminya berbeda dengan arm pump yang umum diderita pebalap motor. "Ini carpal tunnel syndrome. Masalahnya ada di pergelangan tangan, saraf median tertekan," ujarnya seperti dilansir Crash.net.
Gejala itu sebenarnya sudah muncul sejak Sprint Race di Assen pada Sabtu. "Saya mulai merasakannya dari lap ketiga, tapi setidaknya masih tahu posisi tuas rem," kata Acosta. Kondisinya memburuk drastis saat balapan utama.
Hilangnya Rasa di Tangan: "Saya Tidak Tahu Masih Memegang Tuas Rem atau Tidak"
Momen paling kritis terjadi ketika Acosta bertarung dengan Marc Marquez dan Francesco Bagnaia untuk posisi keempat. "Saya bahkan tidak tahu apakah tangan masih menggenggam tuas rem atau tidak," ungkap pebalap asal Spanyol itu.
Akibatnya, ia beberapa kali melakukan kesalahan pengereman. Roda belakang motor KTM RC16 terangkat dan Acosta mengaku tidak bisa mengontrol tekanan yang diberikan ke tuas rem. "Rasanya sangat aneh ketika Anda tidak tahu seberapa besar tekanan yang diberikan," tambahnya.
Operasi Lebih Cepat dari Rencana Demi Mengejar Sachsenring
Awalnya tim medis dan KTM merencanakan operasi setelah seri MotoGP Jerman di Sachsenring. Namun, kegagalan finis di Assen mempercepat keputusan tersebut. "Sekarang lebih baik dilakukan secepatnya," ujar Acosta.
Operasi dijadwalkan pada Selasa pekan ini. Dengan jeda dua pekan hingga MotoGP Jerman, Acosta optimistis bisa kembali membalap. "Rencana awal kami operasi setelah Sachsenring, tapi kondisi memaksa kami untuk bertindak sekarang," katanya.
Dampak ke Klasemen: Hanya Satu Poin dari Dua Seri Terakhir
Akibat gagal finis di Assen, Acosta hanya mengoleksi satu poin dari dua seri MotoGP terakhir. Ini menjadi pukulan telak bagi pebalap KTM yang musim lalu tampil impresif sebagai rookie.
Jika operasi berjalan lancar dan pemulihan sesuai target, publik MotoGP bisa melihat Acosta kembali bertarung di Sachsenring pada pertengahan Juli mendatang. Lintasan Jerman itu dikenal sebagai salah satu sirkuit favoritnya.