MAKASSAR — Sebanyak 200 stan disiapkan Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan sebagai tuan rumah pameran kerajinan nasional. Ajang bertajuk Pameran Kriya dan Wastra Dekranasda se-Indonesia ini akan menjadi etalase terbesar produk kriya dan wastra Nusantara pada 2026.
Ketua Panitia Harian 46 Tahun Dekranas, Sukarniaty Kondolele, mengatakan pameran ini merupakan bagian dari peringatan puncak Hari Kesatuan Gerak (HKG) PKK ke-54 dan 46 Tahun Dewan Kerajinan Nasional (Dekranas).
Pameran di Mal: Strategi Jangkau Pembeli Muda
Untuk pertama kalinya, penyelenggaraan pameran dipusatkan di pusat perbelanjaan modern. Langkah ini diambil agar produk perajin lebih mudah diakses masyarakat luas.
"Ini menjadi kesempatan yang baik untuk mendekatkan kriya dan wastra kepada masyarakat. Pengunjung pusat perbelanjaan sangat beragam, mulai dari keluarga, anak muda hingga wisatawan, sehingga produk-produk unggulan daerah dapat dikenal lebih luas," ujar Sukarniaty di Makassar, Selasa.
158 Stan untuk Dekranasda Seluruh Indonesia
Dari total 200 stan yang disediakan, 158 stan akan diisi oleh Dekranasda dari berbagai provinsi, kabupaten, dan kota se-Indonesia. Sisanya akan diisi oleh kementerian, lembaga, dan mitra strategis.
Menurut Sukarniaty, konsep pameran di mal membuat masyarakat tidak perlu datang ke lokasi khusus. Produk kriya dan wastra Nusantara justru hadir lebih dekat dengan ruang publik yang setiap hari dikunjungi masyarakat.
Pameran dijadwalkan berlangsung selama empat hari, mulai 9 hingga 12 Juli 2026. Ajang ini sekaligus menjadi momentum memperluas akses pasar bagi para perajin dari berbagai daerah di Indonesia.