Pencarian

7 Desa Wisata di Sulawesi Selatan yang Memesona, Wajib Kunjungi untuk Liburan Murah dan Berkesan

Sabtu, 04 Juli 2026 • 13:26:41 WIB
7 Desa Wisata di Sulawesi Selatan yang Memesona, Wajib Kunjungi untuk Liburan Murah dan Berkesan
Desa Wisata Bira, Bulukumba, terkenal dengan Pantai Bira dan pembuatan perahu Pinisi.

Dari pesisir pantai hingga lereng pegunungan, Sulawesi Selatan punya lebih dari sekadar destinasi mainstream seperti Malino atau Pantai Losari. Desa-desa wisata di sini menawarkan pengalaman autentik yang sulit ditemukan di tempat lain. Mulai dari sawah terasering hijau, rumah adat Tongkonan, hingga budaya maritim yang masih dijalankan secara turun-temurun.

Bagi perantau yang mudik atau wisatawan yang mencari alternatif liburan murah, tujuh desa wisata ini patut masuk daftar. Jarak tempuhnya rata-rata 1–3 jam dari Makassar, dengan biaya masuk mulai Rp5.000 hingga Rp20.000 per orang.

1. Desa Wisata Bira, Bulukumba — Surga Bawah Laut dan Perahu Pinisi

Desa Bira di Kecamatan Bonto Bahari tak hanya terkenal dengan Pantai Bira yang berpasir putih. Di sini, wisatawan bisa melihat langsung proses pembuatan perahu Pinisi di Desa Ara, yang telah diakui UNESCO sebagai warisan budaya dunia. Waktu terbaik berkunjung adalah pagi hari pukul 08.00–10.00, saat para perajin mulai bekerja.

Tiket masuk Pantai Bira Rp15.000 per orang. Dari Makassar, perjalanan darat memakan waktu sekitar 3–4 jam via mobil. Tips: bawa masker snorkel sendiri karena alat sewa kadang terbatas di akhir pekan.

2. Desa Wisata Rammang-Rammang, Maros — Kampung di Atas Air

Berada di Desa Salenrang, Kecamatan Bontoa, Rammang-Rammang adalah kawasan karst terbesar kedua di dunia setelah China. Pengunjung naik perahu motor menyusuri sungai hijau di antara tebing batu kapur setinggi puluhan meter. Pemandangan paling dramatis terlihat saat sore hari menjelang matahari terbenam.

Tiket masuk Rp10.000 per orang, ditambah biaya sewa perahu Rp150.000–200.000 per rombongan (maksimal 6 orang). Lokasi ini hanya 40 menit dari pusat Kota Makassar. Jangan lupa bawa topi dan air minum karena minim tempat berteduh.

3. Desa Wisata Ke'te' Kesu', Toraja Utara — Rumah Tongkonan Berusia Ratusan Tahun

Di Desa Siguntu', Kecamatan Rantepao, kompleks Ke'te' Kesu' menyimpan deretan rumah adat Tongkonan dengan ukiran khas Toraja yang masih asli. Di belakang desa, terdapat tebing batu tempat kuburan kuno yang disebut liang. Tradisi Rambu Solo' (upacara pemakaman) kadang masih digelar di sini pada Juli–September.

Tiket masuk Rp20.000 per orang. Dari Makassar, perjalanan darat memakan waktu 8 jam. Sebaiknya menginap semalam di Rantepao agar bisa eksplorasi lebih detail.

4. Desa Wisata Lakkang, Makassar — Sawah Terapung di Tengah Kota

Hanya 30 menit dari pusat Makassar, Desa Lakkang di Kecamatan Tallo menawarkan suasana pedesaan yang kontras dengan hiruk-pikuk kota. Area sawahnya diapit dua sungai, sehingga terlihat seperti mengapung. Pengunjung bisa menyewa perahu kecil atau sekadar bersepeda keliling pematang sawah.

Tidak ada tiket masuk, hanya biaya parkir Rp5.000 untuk motor dan Rp10.000 untuk mobil. Waktu terbaik adalah pagi hari pukul 06.00–09.00 saat kabut tipis masih menyelimuti sawah.

5. Desa Wisata Bontolempangan, Gowa — Air Terjun dan Kebun Kopi

Terletak di Kecamatan Bontolempangan, desa ini punya dua daya tarik utama: Air Terjun Takapala setinggi 50 meter dan perkebunan kopi arabika yang dikelola kelompok tani setempat. Pengunjung bisa mencicipi kopi segar hasil panen langsung sambil menikmati pemandangan lembah.

Tiket masuk Rp10.000 per orang. Dari Kota Gowa, jaraknya sekitar 1,5 jam perjalanan dengan kendaraan pribadi. Jalan menuju air terjun cukup terjal, pakai sepatu anti-slip.

6. Desa Wisata Tanjung Bunga, Sinjai — Pantai Pasir Putih yang Sepi

Desa Tanjung Bunga di Kecamatan Tellu Limpoe memiliki garis pantai sepanjang 5 km dengan pasir putih yang masih perawan. Berbeda dengan pantai di Bulukumba, tempat ini jauh lebih sepi karena aksesnya yang belum terlalu populer. Cocok untuk wisatawan yang ingin benar-benar menikmati ketenangan.

Tiket masuk Rp10.000 per orang. Dari Makassar, perjalanan darat sekitar 4 jam. Tidak ada penginapan mewah di sekitar pantai, hanya homestay milik warga dengan tarif Rp100.000–150.000 per malam.

7. Desa Wisata Bantimurung, Maros — Kupu-Kupu dan Air Terjun Legendaris

Desa Bantimurung di Kecamatan Simbang sudah terkenal sejak era kolonial sebagai "The Kingdom of Butterfly". Air terjun setinggi 15 meter di Taman Wisata Alam Bantimurung menjadi favorit keluarga. Di dalam kawasan, ada museum kupu-kupu yang menyimpan ratusan spesimen langka.

Tiket masuk Rp20.000 per orang (weekday) dan Rp25.000 (weekend). Dari Makassar, hanya 30–40 menit berkendara. Hindari datang saat libur nasional karena pengunjung membludak hingga antrean panjang.

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Berapa biaya mengunjungi desa wisata di Sulawesi Selatan?
Rata-rata tiket masuk berkisar Rp5.000–Rp25.000 per orang. Biaya transportasi dan akomodasi tergantung jarak dan jenis kendaraan.

Kapan waktu terbaik berkunjung ke desa wisata Sulsel?
Musim kemarau (Juni–Oktober) adalah waktu paling ideal karena jalanan kering dan cuaca cerah. Hindari Januari–Maret karena curah hujan tinggi.

Apakah desa wisata di Sulawesi Selatan ramah untuk anak-anak?
Ya, sebagian besar desa seperti Bantimurung, Rammang-Rammang, dan Lakkang cocok untuk anak-anak karena medannya relatif datar dan aman.

Bagaimana akses transportasi dari Makassar ke desa-desa ini?
Sebagian besar bisa dijangkau dengan mobil pribadi atau travel umum. Untuk Toraja, tersedia bus malam dari Terminal Daya Makassar dengan tarif Rp100.000–150.000 per orang.

Apakah perlu memandu wisata lokal?
Untuk desa seperti Ke'te' Kesu' dan Rammang-Rammang, pemandu lokal disarankan karena banyak cerita sejarah yang tidak tertulis di papan informasi. Tarif pemandu biasanya Rp50.000–100.000 per kelompok.

Desa-desa wisata ini membuktikan bahwa Sulawesi Selatan punya kekayaan yang tersebar merata, bukan hanya di kota besar. Pilih satu yang paling sesuai dengan minatmu—entah itu budaya, alam, atau sekadar mencari ketenangan—dan rencanakan perjalanan dengan matang. Jangan lupa bawa kamera, karena setiap sudut desa ini layak diabadikan.

Bagikan

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks