Pencarian

Unhas Gandeng Elsevier Luncurkan LeapSpace, Ekosistem AI untuk Perkuat Riset Berdampak di Indonesia Timur

Rabu, 15 Juli 2026 • 11:26:31 WIB
Unhas Gandeng Elsevier Luncurkan LeapSpace, Ekosistem AI untuk Perkuat Riset Berdampak di Indonesia Timur
Unhas dan Elsevier resmi meluncurkan LeapSpace, ekosistem berbasis kecerdasan buatan untuk memperkuat siklus riset di Indonesia Timur.

MAKASSAR — Rektor Unhas Prof Jamaluddin Jompa menegaskan bahwa kemitraan dengan Elsevier bukan sekadar perjanjian akses jurnal. Momentum ini, menurutnya, menjadi titik kritis untuk mengubah cara universitas memandang siklus penelitian di tengah disrupti teknologi.

"Penelitian saat ini tidak lagi dipandang sebagai rangkaian kegiatan yang berakhir pada publikasi ilmiah," ujar Jamaluddin dalam sambutannya di ajang yang mempertemukan pimpinan perguruan tinggi, peneliti, pustakawan, dan pengambil kebijakan se-Indonesia Timur.

LeapSpace: AI untuk Siklus Riset, dari Literatur hingga Kolaborasi

Strategic Engagement Manager Elsevier, Dr Johan Jang, memperkenalkan LeapSpace—sebuah solusi berbasis kecerdasan artifisial yang dikembangkan untuk mendukung proses penelitian secara lebih efektif. Ia menjelaskan, perkembangan AI telah mengubah tahapan penelusuran literatur, analisis informasi, hingga kolaborasi ilmiah.

"Melalui LeapSpace, Elsevier mendorong pemanfaatan AI untuk mendukung pengambilan keputusan berbasis data, mempercepat lahirnya inovasi, serta meningkatkan kontribusi penelitian terhadap pencapaian Sustainable Development Goals," kata Dr Jang.

Namun, ia mengingatkan agar pemanfaatan AI tetap menjunjung tinggi integritas akademik. Teknologi, menurutnya, harus menjadi penguat kualitas riset, bukan alat yang menggantikan proses ilmiah.

Mengapa Indonesia Timur Jadi Prioritas?

Regional Director Elsevier untuk Asia Tenggara dan Australia-New Zealand, Omar Malik, menyebut Indonesia memiliki potensi besar menjadi pusat pertumbuhan ilmu pengetahuan di kawasan. Kekayaan biodiversitas, sumber daya kelautan, serta beragam tantangan pembangunan di Indonesia Timur membuka ruang bagi lahirnya penelitian-penelitian strategis.

"Kolaborasi menjadi fondasi dalam membangun penelitian yang berkualitas. Ketika institusi, peneliti, dan sumber pengetahuan saling terhubung, peluang untuk menghasilkan inovasi yang berdampak akan semakin besar," ujar Omar.

Transformasi Budaya Riset di Unhas

Bagi Unhas, kolaborasi ini menjadi kesempatan memperkuat budaya riset di kampus. Akses terhadap referensi ilmiah berkualitas diharapkan mendukung lahirnya penelitian yang lebih inovatif dan berdaya saing global. Jamaluddin menambahkan, transformasi riset menuntut ekosistem yang tidak hanya produktif, tetapi juga terbuka, berintegritas, dan berdampak—semangat yang menjadi landasan kerja sama dengan Elsevier.

East Indonesia Research Summit 2026 sendiri menjadi forum untuk membahas strategi memperkuat kualitas riset, meningkatkan visibilitas publikasi ilmiah, serta memperluas kolaborasi lintas institusi di kawasan timur Indonesia.

Bagikan
Sumber: makassar.antaranews.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks