MAKASSAR — Pertarungan menuju kursi Ketua DPD I Golkar Sulsel kian alot. Kubu Munafri 'Appi' Arifuddin mengantongi surat rekomendasi dari 20 DPD II, namun belakangan 18 di antaranya juga menerbitkan dukungan serupa untuk IAS yang mendapat diskresi dari Ketua Umum Golkar Bahlil Lahadalia. Sebanyak 18 daerah disebut menjadi titik duel rekomendasi, mulai dari Selayar, Bulukumba, Bantaeng, Gowa, Maros, Pangkep, hingga Luwu Raya dan Tana Toraja.
Kubu Appi Siapkan Langkah Hukum Jika Rekomendasi Ditolak
Ketua DPD II Golkar Takalar, Zulkarnain Arief, yang menjadi juru bicara tim Appi, menegaskan bahwa 20 surat rekomendasi yang dipegang kliennya bersifat sah. Menurutnya, dokumen tersebut telah melalui proses pleno di masing-masing DPD II dan dibubuhi materai. "Kita juga akan bawa 20 surat rekomendasi dukungan yang sudah dipegang Pak Appi, itu wajib karena sudah ada kuasa dukungannya, bermaterai, hasil pleno," ujarnya usai Appi mengambil formulir pendaftaran di Kantor DPD I Golkar Sulsel, Senin (13/7/2026).
Zulkarnain mengaku telah memberi kesempatan kepada para ketua DPD II untuk menarik dukungan mereka. Namun, hingga batas waktu yang ditentukan, tidak ada yang mengambil kembali surat asli. Ia memperingatkan bahwa pihaknya akan membawa perkara ini ke pengadilan jika steering committee (SC) Musda bertindak di luar ketentuan Juklak 02. "Kalau tindakan SC bertentangan dengan aturan menurut kita, maka kita ketemu di pengadilan, nanti pengadilan yang sahkan benar tidaknya," ancamnya.
IAS Klaim Kantongi 22 Dukungan, Siap Verifikasi Langsung
Dari kubu IAS, klaim dukungan justru lebih besar. Mereka menyebut telah mengantongi rekomendasi dari 22 DPD II. Klaim ini diperkuat dengan hadirnya sejumlah ketua DPD II dalam konsolidasi yang dipimpin IAS di Hotel Swiss-Belinn Makassar, Sabtu (11/7) malam. Nama-nama seperti Ambas Syah (Gowa), Andi Nirwan (Bulukumba), hingga Viktor Datuan Batara (Tana Toraja) hadir dan menyatakan komitmen mengawal IAS saat pengembalian formulir.
Viktor Datuan Batara menjelaskan bahwa pengambilan formulir pendaftaran diwakilkan tim, namun pengembaliannya akan dilakukan langsung oleh IAS dan dihadiri para ketua DPD II. "Kehadiran kami (ketua 22 DPD II) saat pengembalian formulir itu sekaligus diharapkan bisa menjadi ruang kemudahan bagi panitia musda untuk memverifikasi langsung keabsahan surat dukungan masing-masing DPD II," ujar Ambas Syah, Ketua DPD II Golkar Gowa.
SC Musda Akan Verifikasi Jika Terjadi Dukungan Ganda
Menanggapi situasi ini, Sekretaris SC Musda Golkar Sulsel, Nasaruddin Upel, menyatakan pihaknya akan melakukan verifikasi apabila ditemukan data dukungan ganda. Namun, ia belum merinci mekanisme yang akan digunakan untuk memeriksa keabsahan puluhan surat rekomendasi yang berseliweran. "Saya hanya menegaskan bahwa dukungan itu akan diverifikasi jika ganda. Nanti kalau ada masalah baru kita verifikasi," katanya singkat.
Panasnya dinamika jelang Musda ini menunjukkan betapa ketatnya perebutan posisi pucuk pimpinan partai berlambang beringin di Sulsel. Dengan masing-masing kubu bersikukuh pada legalitas dokumen yang mereka miliki, keputusan SC dan potensi gugatan di pengadilan akan menjadi penentu akhir siapa yang sah melenggang sebagai calon ketua. Pilkada serentak 2026 yang akan datang turut membawa konsekuensi politik besar pada hasil musyawarah kali ini.