GOWA — Haul Akbar Syekh Yusuf Al-Makassari ke-3 berlangsung khidmat di Kompleks Masjid Syekh Yusuf, Katangka, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan. Acara yang mengusung tema 'Menjaga Tauhid, Merawat Persatuan, Menerangi Peradaban' ini dihadiri oleh ribuan jemaah dan sejumlah pejabat, termasuk Jaksa Agung Muda Bidang Pidana Umum (Jampidum) Dr. Leonard Eben Ezer Simanjuntak, Ketua DPRD Sulawesi Selatan Rachmatika Dewi, serta mantan Bupati Gowa Adnan Purichta Ichsan.
Warisan Perjuangan Ulama-Pejuang dari Gowa
Ketua Umum Peradi Profesional Prof Harris Arthur Hedar selaku inisiator menegaskan bahwa haul ini bukan sekadar seremoni tahunan. "Ada nilai-nilai yang diwariskan Syekh Yusuf, seperti persatuan, toleransi, dan pengabdian kepada bangsa, harus tetap dijaga dan diteruskan kepada generasi muda sebagai pedoman dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara," ujarnya dalam keterangan yang diterima di Makassar.
Syekh Yusuf Al-Makassari lahir di Gowa pada 1626. Perjuangannya menyebarkan Islam dan melawan penjajahan tak hanya terbatas di Nusantara, melainkan menjangkau Sri Lanka hingga Afrika Selatan. Atas jasanya, Presiden Afrika Selatan Nelson Mandela pernah menyebut Syekh Yusuf sebagai salah satu tokoh inspiratif dalam perjuangan melawan ketidakadilan dan apartheid.
Tanah Wakaf Diserahkan untuk Rumah Tahfiz
Salah satu rangkaian utama dalam haul kali ini adalah komitmen nyata untuk melanjutkan warisan kelimuan Syekh Yusuf. Prof Harris Hedar mewakafkan sebidang tanah yang akan digunakan untuk pembangunan Rumah Tahfiz Syekh Yusuf. Komitmen tersebut rencananya akan dituangkan dalam akta notaris dan diserahkan kepada Yayasan Syekh Yusuf Al-Makassari.
"Dari Syekh Yusuf kita belajar bahwa keimanan bukan sekadar diucapkan, tetapi diwujudkan melalui keteguhan sikap, keluasan ilmu, dan kesediaan berkorban demi kemuliaan agama dan umat," kata Harris menekankan.
Ziarah Makam Tuanta Salamaka Tutup Rangkaian Acara
Puncak acara haul ditutup dengan ziarah ke makam Syekh Yusuf Al-Makassari yang juga dikenal dengan gelar Tuanta Salamaka. Ratusan jemaah berjalan kaki menuju lokasi makam sambil memanjatkan doa keselamatan. Suasana religius dan penuh haru mewarnai prosesi tersebut, mencerminkan kedalaman rasa hormat masyarakat terhadap sosok ulama kharismatik ini.
Kehadiran ribuan jemaah dari berbagai daerah membuktikan bahwa pengaruh dan perjuangan Syekh Yusuf Al-Makassari masih hidup dan terus menginspirasi generasi penerus bangsa. Haul akbar ini menjadi pengingat bahwa nilai-nilai persatuan dan pengabdian yang ia wariskan tetap relevan di tengah tantangan zaman.