Pencarian

Enam Film Kemerdekaan Indonesia dari Trilogi Merah Putih hingga Bumi Manusia untuk Rayakan 17 Agustus

Senin, 17 Agustus 2026 • 19:07:01 WIB
Enam Film Kemerdekaan Indonesia dari Trilogi Merah Putih hingga Bumi Manusia untuk Rayakan 17 Agustus
Enam film bertema kemerdekaan direkomendasikan untuk menemani perayaan Hari Ulang Tahun ke-79 Republik Indonesia.

SULAWESI SELATAN — Menonton film bertema kemerdekaan menjadi salah satu aktivitas favorit masyarakat untuk mengisi momen 17 Agustus. Selain menghibur, deretan judul film ini menyajikan narasi sejarah yang memperkuat rasa nasionalisme, baik melalui kisah pertempuran, drama biografi, maupun adaptasi novel.

Setiap film menampilkan sudut pandang yang berbeda tentang perjuangan merebut dan mempertahankan kemerdekaan. Berikut enam rekomendasi film yang bisa menemani perayaan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia tahun ini.

Trilogi Merah Putih: Ikatan Kadet Lintas Suku dan Agama

Trilogi film yang terdiri dari Merah Putih, Darah Garuda, dan Hati Merdeka ini mengangkat kisah perjuangan sekelompok kadet militer. Mereka bertempur melawan agresi militer Belanda pada tahun 1947 dengan latar belakang suku dan agama yang beragam.

Film ini tidak hanya menyuguhkan adegan perang, tetapi juga menekankan nilai persatuan di tengah perbedaan. Ini menjadi tontonan relevan untuk merefleksikan semangat kebangsaan saat ini.

Soekarno: Indonesia Merdeka dan Jenderal Soedirman

Dua film biopik tentang tokoh penting kemerdekaan ini layak masuk daftar tontonan. Soekarno: Indonesia Merdeka (2013) menelusuri perjalanan hidup Presiden pertama RI, sejak masa kecil, perjuangan politik, hingga masa pengasingan dan momen proklamasi.

Sementara itu, Jenderal Soedirman (2015) menyoroti perjuangan gerilya Panglima Besar TNI melawan agresi Belanda. Keteguhan sang jenderal berperang dalam kondisi sakit parah menjadi daya tarik utama film ini.

Battle of Surabaya: Animasi Kurir Rahasia di Usia Muda

Di tengah dominasi film laga, Battle of Surabaya (2015) hadir sebagai film animasi yang mengangkat Pertempuran 10 November 1945. Kisahnya berpusat pada Musa, seorang remaja penyemir sepatu yang terlibat sebagai kurir rahasia bagi para pejuang.

Dengan visual animasi yang digarap serius, film ini menjadi pilihan tepat untuk dikenalkan kepada anak-anak dan remaja agar sejarah tidak lekang oleh waktu.

Guru Bangsa dan Bumi Manusia: Kritik Sosial di Era Kolonial

Bagi yang menyukai film dengan dimensi intelektual, Guru Bangsa: Tjokroaminoto (2015) menceritakan perjuangan H.O.S. Tjokroaminoto. Sebagai bangsawan Jawa, ia berjuang membela rakyat pribumi dari ketidakadilan pada masa kolonial.

Melengkapi daftar, Bumi Manusia (2019) merupakan adaptasi dari novel legendaris Pramoedya Ananta Toer. Film ini menyoroti kisah cinta Minke di tengah cengkeraman hukum dan keangkuhan kolonial pada awal abad ke-20, menawarkan refleksi tentang ketidakadilan struktural.

Keenam film tersebut dapat diakses melalui berbagai platform digital atau saluran televisi. Aktivitas menonton ini bisa menjadi alternatif untuk mengisi waktu libur dan menambah wawasan sejarah bersama keluarga.

Follow sulseldaily.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: video.medcom.id

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks