Pencarian

Longsor Putus Akses Baleng-Warasalae di Wajo, Bupati Tinjau Lokasi dan Dorong Talud Permanen

Rabu, 19 Agustus 2026 • 14:59:01 WIB
Longsor Putus Akses Baleng-Warasalae di Wajo, Bupati Tinjau Lokasi dan Dorong Talud Permanen
Bupati Wajo Andi Rosman meninjau lokasi longsor yang memutus akses jalan Dusun Baleng-Warasalae di Kampoeng Pajala, Desa Watampanua, Rabu (19/8/2026).

WAJO — Jalan penghubung antarwarga di Dusun Baleng dan Dusun Warasalae, Kecamatan Pammana, Kabupaten Wajo, kembali terputus akibat longsor. Bupati Wajo Andi Rosman turun langsung ke lokasi di Kampoeng Pajala, Desa Watampanua, Rabu (19/8/2026), untuk memastikan penanganan segera dilakukan.

Kepala Desa Warasalae, Made Ali, menyebut titik ini memang langganan longsor. Posisinya yang berada tepat di bibir Sungai Cendranae membuat tebing terus terkikis, terutama saat debit air berubah.

“Lokasi ini memang sudah menjadi langganan longsor karena berada di bibir sungai,” kata Made Ali di lokasi.

Bukan Kali Pertama, Warga Minta Solusi Permanen

Made Ali menjelaskan, longsor terjadi pada tikungan aliran sungai. Kondisi itu membuat tanah di sekitar jalan tidak stabil dan mudah amblas. Ia berharap pemerintah tidak lagi memberi solusi darurat yang cepat rusak.

“Diharapkan ke depan dibangun talud atau bronjong permanen karena di lokasi ini merupakan belokan aliran sungai sehingga sangat rentan terjadi longsor,” ujarnya.

Permintaan warga itu wajar. Jalan ini menjadi satu-satunya akses utama bagi warga Dusun Baleng menuju Warasalae dan sebaliknya. Jika putus, aktivitas ekonomi dan mobilitas harian warga langsung terganggu.

BBWS Turun ke Lokasi, Kajian Jadi Penentu

Bupati Andi Rosman menyebut pihaknya sudah berkoordinasi dengan balai. Tim dari BBWS Sengkang disebut telah turun untuk melihat langsung kondisi lapangan.

“Mudah-mudahan dengan adanya balai, proses perbaikan jalan ini segera diatasi,” kata Andi Rosman.

Pemerintah kabupaten bersama BBWS masih mengkaji bentuk penanganan yang paling tepat. Selain faktor tebing di tepi sungai, longsor juga berkaitan dengan perubahan debit air Sungai Walannae yang cukup dinamis.

Kajian itu menentukan apakah penanganan cukup dengan perbaikan tanggul, atau perlu konstruksi pengaman tebing yang lebih besar. Andi Rosman memastikan pemerintah akan mendorong agar proses itu berjalan cepat.

“Pemerintah akan mendorong agar penanganan jalan tersebut segera dilakukan melalui koordinasi dengan pihak balai,” tegasnya.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada informasi resmi mengenai estimasi waktu perbaikan maupun anggaran yang disiapkan. Warga berharap akses jalan segera normal kembali sebelum musim hujan tiba, mengingat risiko longsor susulan masih mengancam.

Follow sulseldaily.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: celoteh.online

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks