Pencarian

Analisis Penjualan PHEV Juli 2026: BYD M6 DM Kuasai 70 Persen Pasar, Sisa 10 Model Berebut Sisanya

Kamis, 20 Agustus 2026 • 11:34:01 WIB
Analisis Penjualan PHEV Juli 2026: BYD M6 DM Kuasai 70 Persen Pasar, Sisa 10 Model Berebut Sisanya
BYD M6 DM mendominasi penjualan PHEV nasional pada Juli 2026 dengan kontribusi 1.437 unit atau 72,8 persen dari total pasar.

SULAWESI SELATAN — Penjualan mobil plug-in hybrid (PHEV) nasional pada Juli 2026 tercatat 1.973 unit, turun dari 2.403 unit pada bulan sebelumnya. Namun di balik penurunan tersebut, ada satu cerita besar: konsentrasi pasar yang luar biasa pada satu model saja.

Berdasarkan data wholesales (pabrik ke dealer) yang dihimpun detikOto, BYD M6 DM menyumbang 1.437 unit atau setara 72,8 persen dari total penjualan PHEV bulan tersebut. Posisi ini konsisten dengan tren beberapa bulan terakhir, di mana model ini secara rutin menjadi kontributor utama penjualan PHEV nasional.

Peta Kekuatan: Satu Pemain Dominan, Sisanya Berebut Pangsa Kecil

Di bawah BYD M6 DM, persaingan memperebutkan posisi kedua hingga kesepuluh berlangsung ketat, meski volumenya jauh lebih kecil. Chery Tiggo 8 menjadi pendamping terdekat dengan 239 unit, diikuti Jetour T1 DM dengan 59 unit.

  • BYD M6 DM: 1.437 unit
  • Chery Tiggo 8: 239 unit
  • Jetour T1 DM: 59 unit
  • Chery Tiggo 9: 50 unit
  • Jaecoo J7 SHS: 42 unit
  • Geely Starray EM-i Max: 40 unit
  • Wuling Eksion: 35 unit
  • Jetour T2 i-DM: 59 unit
  • Jetour T1 i-DM: 26 unit
  • Changan Deepal S05 REEV Max: 16 unit

Menariknya, data ini menempatkan dua model Jetour di posisi berbeda: T1 DM versi standar mencatat 59 unit, sementara varian i-DM-nya hanya 26 unit. Ini mengindikasikan preferensi konsumen terhadap varian tertentu yang belum tentu soal harga, melainkan bisa jadi terkait fitur atau efisiensi.

Mengapa BYD M6 DM Begitu Dominan?

Fenomena ini tidak terjadi dalam ruang hampa. Segmen PHEV di Indonesia tidak mendapatkan insentif khusus dari pemerintah, tidak seperti kendaraan listrik murni (BEV) yang dimanjakan berbagai stimulus. Pertumbuhan penjualan PHEV yang tinggi justru terjadi secara organik.

BYD M6 DM sebagai MPV PHEV asal Tiongkok tampaknya berhasil menangkap kebutuhan pasar yang lebih luas: kendaraan keluarga dengan biaya operasional rendah berkat mode listrik untuk penggunaan harian, tanpa kekhawatiran jarak tempuh karena adanya mesin bensin sebagai cadangan. Kombinasi ini membuatnya relevan untuk pasar Indonesia yang infrastruktur pengisian dayanya belum merata.

Yang Perlu Diperhatikan: Ketergantungan pada Satu Model

Dominasi 70 persen lebih ini sebenarnya juga menjadi sinyal rapuhnya pasar PHEV nasional. Jika ada masalah pasokan, kebijakan, atau isu kualitas pada BYD M6 DM saja, total penjualan segmen ini bisa langsung jeblok. Belum lagi, konsentrasi penjualan pada satu merek menunjukkan belum ada kompetitor yang benar-benar menantang secara langsung.

Wuling lewat Eksion mencatat 35 unit, sementara Changan menutup posisi 10 besar lewat Deepal S05 REEV Max dengan 16 unit. Merek-merek Tiongkok lain seperti Chery dan Jetour masih berkutat di angka puluhan. Ini artinya, untuk pembeli yang mencari alternatif selain BYD M6 DM, pilihannya masih terbatas dan volumenya kecil — yang bisa berdampak pada ketersediaan suku cadang dan nilai jual kembali di kemudian hari.

Bagi konsumen yang sedang mempertimbangkan membeli PHEV di semester kedua 2026, data ini memberi gambaran jelas: BYD M6 DM adalah pilihan paling aman dari sisi ekosistem dan volume, sementara model lain seperti Chery Tiggo 8 atau Jetour T1 DM layak dipertimbangkan jika kebutuhan spesifiknya berbeda, misalnya prioritas pada SUV dengan karakter berkendara lebih tinggi.

Follow sulseldaily.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: oto.detik.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks