MAKASSAR — Sebanyak 130 rumah tangga di Sulawesi Selatan kini mendapat akses listrik berkat program Bantuan Pasang Baru Listrik (BPBL) tahun anggaran 2026. Rinciannya, 65 rumah tangga penerima berada di Kabupaten Gowa dan 65 lainnya di Kabupaten Bantaeng.
Penyerahan bantuan ini dilakukan Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman bersama jajaran kepala OPD dari Aula Asta Cita, Rumah Jabatan Gubernur Sulsel, Jalan Sungai Tangka, Makassar, Kamis (27/8/2026). Prosesnya berlangsung virtual melalui dialog langsung antara gubernur dan para penerima manfaat di masing-masing daerah.
Pendataan Berjenjang untuk Perluas Jangkauan Listrik
Andi Sudirman menegaskan program ini tidak berhenti di dua kabupaten tersebut. Pemerintah Provinsi Sulsel berkomitmen memperluas sasaran secara bertahap ke wilayah lain yang masih minim jaringan listrik.
"Pelan-pelan sementara tim mendata, kita lakukan secara bertahap, agar semakin banyak saudara-saudara kita yang belum memiliki akses listrik dapat menikmati listrik yang stabil," ujar Andi Sudirman dalam keterangannya.
Sasaran Prioritas: Rumah Tangga Tidak Mampu Berdaya 450 VA
Program BPBL dirancang khusus untuk memenuhi kebutuhan dasar energi bagi masyarakat prasejahtera. Penerima bantuan harus memenuhi sejumlah kriteria, yakni rumah tangga tidak mampu, memiliki rumah sendiri, belum teraliri jaringan listrik, serta memenuhi ketentuan daya listrik 450 VA.
"Ini adalah bentuk komitmen pemerintah dalam memenuhi kebutuhan dasar energi sekaligus mendorong pemerataan akses listrik hingga ke wilayah perdesaan dan daerah yang belum terjangkau jaringan listrik," jelasnya.
Harapan Peningkatan Kesejahteraan Warga
Melalui bantuan ini, Gubernur Sulsel berharap keluarga penerima bisa menjalankan aktivitas sehari-hari dengan lebih baik. Kehadiran listrik dinilai mampu membuka peluang ekonomi baru dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat.
"Semoga bantuan ini memberikan manfaat dan meningkatkan kualitas kehidupan masyarakat Sulawesi Selatan," harap Andi Sudirman.
Pemprov Sulsel akan terus melakukan pendataan dan penyaluran bantuan secara bertahap dengan sasaran masyarakat yang benar-benar membutuhkan. Program ini menjadi salah satu prioritas untuk memastikan tidak ada warga yang tertinggal dalam akses energi dasar.