SULAWESI SELATAN — PT Pertamina EP resmi memulai pengeboran sumur eksplorasi Northeast Tugu (NET)-001 pada 20 September 2026, dengan target cadangan 18,9 juta barel minyak dan 15 miliar kaki kubik gas. Pengeboran ini menjadi bagian dari kampanye dua sumur eksplorasi di area Jatibarang sepanjang 2026. Jika berhasil, temuan ini berpotensi menambah pasokan energi domestik dari wilayah kerja Pertamina EP.
Sumur NET-001 dibor sebagai bagian dari kampanye eksplorasi dua sumur yang dijadwalkan berlangsung sepanjang 2026 di area Jatibarang, Jawa Barat. Kepala Satuan Tugas Khusus Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas), Djoko Siswanto, menyatakan bahwa kegiatan eksplorasi ini menjadi salah satu prioritas dalam pencarian cadangan baru di wilayah kerja Pertamina EP.
Target Cadangan dan Lokasi Pengeboran
Sumur Northeast Tugu-001 menyasar cadangan minyak sebesar 18,9 juta barel dan gas mencapai 15 miliar kaki kubik. Angka ini menjadikan NET-001 sebagai salah satu sumur eksplorasi dengan potensi signifikan di area Jatibarang pada 2026.
Pengeboran dimulai pada 20 September 2026, menandai tahap awal dari rangkaian operasi yang akan dievaluasi berdasarkan hasil uji kandungan formasi bawah permukaan. Jika hasilnya positif, Pertamina EP dapat melanjutkan ke tahap pengembangan dan produksi.
Mengapa Eksplorasi Ini Penting bagi Pasokan Energi
Indonesia masih menghadapi tantangan penurunan produksi minyak dan gas dari lapangan-lapangan tua. Kehadiran sumur eksplorasi baru seperti NET-001 menjadi salah satu cara menahan laju penurunan tersebut sekaligus menambah cadangan nasional.
Area Jatibarang sendiri telah lama dikenal sebagai wilayah kerja Pertamina EP dengan sejarah produksi migas. Kegiatan eksplorasi di sekitar lapangan eksisting biasanya lebih efisien karena memanfaatkan infrastruktur dan data geologi yang sudah tersedia.
Peran SKK Migas dan Rencana Selanjutnya
SKK Migas mengawal langsung pelaksanaan pengeboran ini sebagai bagian dari target penambahan cadangan nasional. Djoko Siswanto menegaskan bahwa eksplorasi tetap menjadi kunci untuk menjaga ketahanan energi jangka panjang.
Setelah pengeboran selesai, Pertamina EP akan melakukan uji produksi untuk memastikan volume cadangan yang dapat diangkat secara komersial. Hasil uji ini akan menentukan apakah sumur NET-001 layak dilanjutkan ke tahap pengembangan atau tidak.
Keberhasilan sumur NET-001 akan memperkuat posisi Pertamina EP sebagai salah satu kontributor utama produksi migas nasional dari wilayah Jawa Barat. Sebaliknya, jika hasilnya di bawah ekspektasi, kampanye eksplorasi dua sumur di Jatibarang tetap menjadi pembelajaran geologi penting untuk pengeboran berikutnya.