GOWA — Gubernur Sulawesi Selatan Andi Sudirman Sulaiman menekankan bahwa integritas menjadi modal utama bagi praja IPDN Sulsel yang sedang dipersiapkan menjadi calon aparatur dan pemimpin pemerintahan. Penekanan itu disampaikan saat memberikan ceramah umum di hadapan para praja di Kabupaten Gowa, Rabu (30/9/2026).
Dalam ceramah tersebut, Andi Sudirman memaparkan visi pembangunan Sulawesi Selatan "Maju dan Berkarakter". Ia juga berbagi pengalaman serta menyampaikan sejumlah program strategis yang tengah dijalankan Pemprov Sulsel.
Proyek Multiyears Rp3,7 Triliun untuk Jalan, Irigasi, dan Rumah Sakit
Salah satu program yang dipaparkan adalah Multiyears Project (MYP) dengan total anggaran sekitar Rp3,7 triliun. Program itu mencakup penanganan sekitar 1.000 kilometer jalan provinsi.
Selain jalan, MYP juga membiayai pembangunan dan rehabilitasi jaringan irigasi yang mendukung sekitar 54 ribu hektare lahan pertanian. Pemerintah provinsi turut membangun dan meningkatkan fasilitas rumah sakit dalam program yang sama.
Menurut Andi Sudirman, pembangunan infrastruktur tersebut merupakan bagian dari upaya pemerintah membuka konektivitas dan meningkatkan produktivitas masyarakat. Dua sektor yang menjadi perhatian utama adalah pertanian dan pelayanan dasar.
IPDN Bukan Sekadar Tempat Menimba Ilmu Pemerintahan
Kepada para praja, Andi Sudirman menegaskan bahwa IPDN bukan hanya tempat menimba ilmu pemerintahan. Lembaga itu, katanya, juga menjadi ruang untuk membentuk pola pikir, karakter, dan kedisiplinan.
"IPDN adalah tempat menimba ilmu untuk mengubah pola pikir dan kedisiplinan. Guru terbaik di sekitar kita. Pintarlah untuk dipimpin dan menjadi pemimpin," pesannya.
Ia mengingatkan bahwa jabatan dan kedudukan bisa berubah, tetapi integritas akan terus melekat pada pribadi seseorang. Pemimpin yang memiliki integritas, menurutnya, akan mendapatkan kepercayaan dari masyarakat dan lingkungan kerjanya.
"Jabatan dan kedudukan dapat berubah, namun integritas akan terus melekat pada pribadi seseorang. Pemimpin yang memiliki integritas akan mendapatkan kepercayaan dari masyarakat dan lingkungan kerjanya," ucapnya.
Kejujuran dan Kerja Keras sebagai Bekal Karier
Selain integritas, Andi Sudirman menekankan pentingnya kejujuran. Para praja diminta selalu berani berkata dan bertindak benar, meskipun pelaksanaannya tidak selalu menjadi jalan yang mudah.
Ia juga menyoroti pentingnya kerja keras. Ilmu yang diperoleh selama pendidikan, katanya, harus diwujudkan melalui kerja nyata, kedisiplinan, ketekunan, dan kemauan untuk terus belajar.
"Kemudian bekerja keras. Ilmu yang diperoleh selama pendidikan harus diwujudkan melalui kerja nyata, kedisiplinan, ketekunan dan kemauan untuk terus belajar," jelasnya.
Doa dan Bakti kepada Orang Tua
Ada satu hal yang menurut Andi Sudirman tidak kalah penting dalam perjalanan hidup dan karier, yakni doa. Ia meminta para praja memperbanyak doa sebagai bagian dari bekal menghadapi tugas sebagai aparatur.
"Terakhir yang paling menentukan adalah perbanyak doa," pesannya.
Gubernur juga mengingatkan para praja agar senantiasa menghormati dan berbuat baik kepada kedua orang tua. Ia secara khusus menyoroti besarnya peran dan doa seorang ibu dalam perjalanan kehidupan seseorang.
"Banyaklah berdoa dan berbuat baiklah kepada orang tua kita," pungkasnya.
Rangkaian pesan tersebut menjadi bekal bagi para praja IPDN Sulsel untuk mempersiapkan diri sebagai calon pemimpin dan aparatur pemerintahan. Kompetensi dinilai penting, tetapi integritas, kejujuran, kedisiplinan, dan kedekatan dengan masyarakat menjadi bagian yang tidak terpisahkan.