BULUKUMBA — Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Bulukumba bersama Pokja Bunda PAUD resmi membuka Gebyar Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Tahun 2026. Acara yang berlangsung di Lantai 4 Gedung Ammatoa ini dimeriahkan dengan pameran karya siswa dan program market day untuk mengenalkan jajanan sehat.
Sebanyak 120 peserta didik dari 10 kecamatan terlibat dalam berbagai cabang lomba, mulai dari gerak dan lagu, dai cilik, hafalan surah pendek, hingga lomba mewarnai. Agenda tahunan ini bukan sekadar perlombaan, melainkan instrumen pemetaan bakat anak sejak usia dini.
Bunda PAUD Kabupaten Bulukumba, Hj. Andi Herfida Muchtar, menjelaskan bahwa pemenang dari kegiatan ini akan dipersiapkan untuk berkompetisi di level yang lebih tinggi. Ia mendorong adanya sinergi lintas sektor untuk memastikan kebutuhan esensial anak terpenuhi secara menyeluruh.
“Melalui kegiatan ini akan lahir anak-anak terbaik yang siap berkompetisi di tingkat provinsi,” ujar Andi Herfida saat memberikan sambutan di lokasi acara, Senin (4/5/2026).
Ia menambahkan, koordinasi antara Dinas Pendidikan, Dinas Sosial, dan Dinas Kesehatan sangat krusial. Fokus utamanya adalah pemenuhan gizi dan kesehatan anak sebagai pendukung utama proses belajar di sekolah.
Bupati Bulukumba, Andi Muchtar Ali Yusuf, memberikan atensi khusus pada pembentukan karakter peserta didik. Menurutnya, masa golden age adalah waktu yang paling tepat untuk menanamkan nilai etika sebelum mengejar kemampuan kognitif yang tinggi.
“Pendidikan anak usia dini merupakan tahap paling krusial karena menjadi fondasi pembentukan karakter, kecerdasan, dan kepribadian anak. Anak-anak kita hari ini adalah generasi emas masa depan Bulukumba,” ungkap pria yang akrab disapa Andi Utta tersebut.
Bupati menegaskan bahwa kepintaran akademik tidak akan berarti banyak tanpa fondasi moral yang kuat. Ia meminta para pendidik menekankan enam fondasi perkembangan, termasuk kematangan emosi dan keterampilan sosial, agar anak memiliki kecintaan terhadap proses belajar.
“Percuma seseorang memiliki kecerdasan tinggi jika tidak dibarengi dengan adab dan etika yang baik,” tegas Andi Utta.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Bulukumba, Andi Buyung Saputra, menyebutkan bahwa saat ini terdapat 436 lembaga PAUD yang tersebar di seluruh kecamatan. Pemerintah daerah terus melakukan pembinaan dan monitoring berkelanjutan untuk menjaga kualitas layanan pendidikan tersebut.
Menariknya, Gebyar PAUD 2026 merupakan acara perdana yang memanfaatkan fasilitas Lantai 4 Gedung Ammatoa sejak selesai dibangun. Ruangan luas ini memang diproyeksikan sebagai pusat kegiatan seni, budaya, dan sosial bagi masyarakat Bulukumba.
Kombinasi antara fasilitas gedung yang modern dan dekorasi warna-warni khas dunia anak menciptakan atmosfer belajar yang menyenangkan. Kegiatan ini diharapkan mampu membangun rasa percaya diri siswa di hadapan publik sejak usia dini.