Ekonomi Sulsel Tumbuh 6,88 Persen, Serap 170.900 Tenaga Kerja Baru

Penulis: Ikhsan Maulana  •  Rabu, 06 Mei 2026 | 12:52:16 WIB
Pertumbuhan ekonomi Sulawesi Selatan mencapai 6,88 persen pada triwulan I 2026.

Sulawesi Selatan mencatatkan pertumbuhan ekonomi sebesar 6,88 persen pada triwulan I 2026 yang diiringi penambahan 170.900 tenaga kerja baru. Capaian ini menempatkan Sulsel dalam enam besar provinsi dengan pertumbuhan tertinggi nasional, melampaui DKI Jakarta dan Jawa Timur. Tren positif tersebut juga ditandai dengan perbaikan kualitas kerja melalui peningkatan proporsi pekerja penuh waktu.

MAKASSAR — Provinsi Sulawesi Selatan mencatatkan performa ekonomi impresif pada awal tahun 2026 dengan menembus peringkat enam besar nasional. Pertumbuhan ekonomi daerah ini tercatat mencapai 6,88 persen secara tahunan (yoy), sebuah angka yang melampaui capaian sejumlah provinsi besar di Pulau Jawa seperti Jawa Tengah, DI Yogyakarta, hingga DKI Jakarta.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Sulawesi Selatan, Aryanto, mengungkapkan bahwa capaian ini tidak sekadar angka pertumbuhan di atas kertas. Pertumbuhan tersebut memberikan dampak riil terhadap penyerapan tenaga kerja di lapangan yang meningkat signifikan dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

“Provinsi Sulawesi Selatan tumbuh sebesar 6,88 persen (y-on-y),” ujar Aryanto di Kantor BPS Sulsel, baru-baru ini. Ia menambahkan bahwa perekonomian Sulsel pada periode tersebut telah menghasilkan nilai tambah sebesar Rp191,28 triliun berdasarkan harga berlaku.

Kualitas Pekerja Meningkat dan Pengangguran Menyusut

Seiring dengan laju ekonomi yang menguat, struktur ketenagakerjaan di Sulawesi Selatan menunjukkan perbaikan kualitas. Jumlah penduduk yang bekerja kini mencapai 4,75 juta orang. Terdapat penambahan sekitar 170.900 orang yang terserap masuk ke pasar kerja dalam setahun terakhir.

Indikator kualitas pekerjaan terlihat dari melonjaknya proporsi pekerja penuh waktu yang kini menyentuh angka 62,49 persen, atau naik 5,05 poin persentase. Di saat yang sama, tingkat setengah pengangguran mengalami penurunan drastis dari 8,05 persen menjadi 6,17 persen.

Kondisi ini menandakan terjadinya pergeseran jenis pekerjaan di masyarakat menuju sektor yang lebih stabil dan produktif. Berkurangnya angka setengah pengangguran menjadi sinyal bahwa lapangan kerja yang tersedia kini lebih mampu memberikan jam kerja yang optimal bagi warga.

Sektor Pertanian Tetap Menjadi Penopang Utama

Meskipun diversifikasi ekonomi terus berjalan, sektor pertanian tetap memegang peranan krusial sebagai tulang punggung ekonomi Bumi Sawerigading. Sektor ini memberikan kontribusi terbesar terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Sulawesi Selatan dengan angka mencapai 23,71 persen.

Selain menyumbang nilai ekonomi terbesar, pertanian menjadi kantong penyerapan tenaga kerja paling utama. Setidaknya 34,06 persen atau sekitar 1,62 juta penduduk Sulawesi Selatan menggantungkan hidupnya pada sektor ini.

Selain pertanian, struktur ekonomi daerah juga ditopang secara kuat oleh sektor perdagangan, industri pengolahan, serta konstruksi. Gabungan sektor-sektor riil inilah yang menjaga daya tahan ekonomi Sulsel tetap solid di tengah dinamika ekonomi global maupun nasional.

Strategi Hilirisasi dan Pertumbuhan Inklusif

Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan di bawah kepemimpinan Gubernur Andi Sudirman Sulaiman dan Wakil Gubernur Fatmawati Rusdi terus memfokuskan kebijakan pada penguatan sektor riil. Strategi utama yang dijalankan mencakup hilirisasi komoditas unggulan dan peningkatan konektivitas infrastruktur antarwilayah.

Kepala Biro Perekonomian dan Administrasi Pembangunan Setda Provinsi Sulsel, Syamsul, menyebutkan bahwa hasil ini merupakan buah sinergi antara pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat. Pemerintah daerah berkomitmen menjaga momentum ini agar tetap inklusif dan berdampak langsung ke akar rumput.

“Pemerintah daerah akan terus menjaga momentum pertumbuhan agar tetap berkualitas dan inklusif, dengan memperkuat program yang berdampak langsung pada penciptaan lapangan kerja,” tegas Syamsul.

Ke depan, Pemprov Sulsel akan memperluas penguatan ekonomi desa dan transformasi ekonomi daerah. Konsistensi dalam menjaga sektor riil diprediksi akan menjadi kunci utama dalam mempertahankan tren positif pertumbuhan ekonomi Sulawesi Selatan yang saat ini berkontribusi 3,10 persen terhadap ekonomi nasional.

Reporter: Ikhsan Maulana
Back to top