MAKALE — Peristiwa berdarah itu terjadi di Lembang Bau, Kecamatan Bonggakaradeng, pada Sabtu (9/5) sekitar pukul 13.00 Wita. Pelaku berinisial RS (45) tega menyerang Marthen Ballo (30) saat sesi mediasi yang melibatkan pemerintah dan tokoh adat setempat justru berubah menjadi ajang pembunuhan.
Kapolres Tana Toraja, AKBP Budi Hermawan, mengungkapkan bahwa pelaku diduga tersinggung dengan perkataan korban selama mediasi berlangsung. Emosi yang tidak terkendali membuat RS tiba-tiba pulang dan kembali dengan membawa sebilah badik.
"Pelaku tiba-tiba datang membawa badik dan menyerang korban. Korban sempat lari tapi jatuh karena tersandung sarung yang dipakainya sehingga mengalami dua luka robek di belakang," terang Budi kepada detikSulsel, Senin (11/5/2026).
Korban yang berusaha menyelamatkan diri justru terjatuh akibat tersandung sarung yang dikenakannya. Momen itu dimanfaatkan pelaku untuk menikam punggung korban sebanyak dua kali. Setelah tumbang, Marthen berusaha bangkit dan menjauh, sementara pelaku masih berniat mengejar.
"Setelah menikam korban, pelaku masih mengejar tapi tidak berhasil karena banyak orang yang menghadang dan melerai," ungkap Budi.
Keluarga yang berada di lokasi sigap menahan RS yang masih berupaya menyerang korban. Marthen Ballo kini menjalani perawatan intensif di RSUD Lakipadada. Pihak keluarga korban langsung melaporkan kejadian tersebut ke polisi.
Pelaku beserta barang bukti telah diamankan di Mapolres Tana Toraja untuk penyelidikan lebih lanjut. "Barang bukti dan pelaku telah kita amankan di Mapolres Tana Toraja untuk penyelidikan mendalam," pungkas Budi. Atas perbuatannya, RS terancam hukuman penjara maksimal lima tahun.