MAKASSAR — Wakil Menteri Haji dan Umrah Dahnil Anzar Simanjuntak menyoroti kondisi kesehatan jemaah haji Indonesia sebagai faktor krusial menjelang puncak ibadah di Arafah. Ia menyebut data menunjukkan banyak jemaah mengalami penurunan kondisi fisik pada fase tersebut, sehingga pengawasan ketat sejak di Tanah Air menjadi prioritas.
Dahnil mengungkapkan jumlah jemaah haji yang meninggal dunia di Arab Saudi hingga saat ini tercatat 24 orang. Angka ini menunjukkan penurunan signifikan dibandingkan periode yang sama tahun lalu, yang mencapai 50 orang.
“Karena terkait kesehatan (jemaah) kita lakukan pengecekan sangat ketat di Tanah Air. Maka dari itu jumlah yang meninggal juga relatif lebih rendah dibandingkan tahun sebelumnya,” kata Dahnil saat meninjau fasilitas Makkah Route.
Pemerintah disebut telah memperketat pemeriksaan kesehatan untuk memastikan jemaah memenuhi syarat istitha’ah atau mampu secara fisik. Langkah ini dinilai efektif menekan angka risiko kematian di tanah suci.
Dahnil menegaskan bahwa fase puncak haji, terutama saat wukuf di Arafah, menjadi momen paling rawan. “Di puncak haji itu yang paling krusial. Oleh sebab itulah kita pastikan tingkat kesehatan yang baik,” ujarnya.
Selain pemeriksaan ketat, Dahnil mengingatkan jemaah untuk tidak memaksakan diri beraktivitas di luar jam ibadah utama. Suhu di Arab Saudi saat ini mencapai 43 derajat Celcius, yang dapat memicu kelelahan dan dehidrasi.
“Istirahat yang cukup itu agar tidak terjadi hal-hal yang tidak semestinya,” pesan Wamenhaj kepada para jemaah asal Sulsel yang tengah bersiap menuju puncak ibadah.
Dahnil secara khusus meminta petugas haji, terutama di sektor kesehatan, untuk meningkatkan kewaspadaan dan pelayanan selama fase puncak. Ia menekankan bahwa persiapan fisik jemaah harus menjadi perhatian utama agar ibadah berjalan lancar tanpa insiden.
Layanan Makkah Route yang ditinjau Wamenhaj di Bandara Sultan Hasanuddin sendiri merupakan sistem fast track yang memungkinkan jemaah menyelesaikan proses imigrasi dan bea cukai di embarkasi, sehingga tiba di Arab Saudi langsung menuju pemondokan tanpa antre panjang.