SIDENRENG RAPPANG — Perhelatan akbar guru se-Sulawesi Selatan mulai memasuki tahap finalisasi. Bupati Sidrap, Syaharuddin Alrif, membuka langsung rapat koordinasi Porsenijar PGRI Sulsel 2026, Sabtu (16/5/2026). Sekitar 254 peserta dari 24 kabupaten/kota hadir dalam forum yang berlangsung di Aula Saromase tersebut.
Meski Sidrap bukan kabupaten dengan jumlah penduduk terbesar di Sulsel, dampak ekonomi dari kegiatan ini diproyeksikan signifikan. Syaharuddin menyebutkan, sekitar 80 ribu peserta dan tamu diperkirakan akan terdaftar dan hadir selama lima hari pelaksanaan.
“Daerah itu semakin banyak didatangi orang, maka semakin banyak pula rezeki masyarakat di daerah tersebut,” ujar Syaharuddin dalam sambutannya.
Pemerintah Kabupaten Sidrap berkomitmen penuh menyukseskan agenda ini. Bupati bahkan menegaskan jajarannya akan bekerja tanpa mengenal hari libur selama masa persiapan.
“Tidak ada libur. Selama satu tahun dua bulan ini kami fokus pada pelayanan dan bagaimana daerah ini terus berkembang,” tegasnya.
Syaharuddin mengangkat nilai budaya lokal sebagai kekuatan utama Sidrap menjadi tuan rumah. Ia menyebut semangat “Alako” yang berarti keramahan dan kedermawanan dalam menyambut tamu akan menjadi ciri khas penyelenggaraan.
Rencananya, pembukaan Porsenijar akan digelar meriah di stadion. Selain perlombaan olahraga dan seni, panitia juga menyiapkan kampanye hidup sehat, termasuk gerakan anti malas gerak atau “mager”.
Agenda teknis PGRI kini tinggal menunggu finalisasi dalam waktu sekitar satu bulan ke depan sebelum pelaksanaan resmi dimulai.
Prestise kegiatan ini semakin meningkat dengan rencana kehadiran Gubernur Sulawesi Selatan serta Menteri Pendidikan. Kehadiran dua pejabat tinggi negara itu diharapkan menambah semarak dan memberikan motivasi bagi para guru yang berlaga.
Porsenijar PGRI Sulsel 2026 tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga momentum memperkuat solidaritas dan profesionalisme tenaga pendidik di seluruh Sulawesi Selatan. Sidrap, dengan segala persiapannya, siap menjadi tuan rumah yang ramah bagi ribuan guru dari berbagai daerah.