SIDRAP — Panen raya jagung serentak yang digelar secara nasional dan diikuti langsung oleh Presiden Prabowo Subianto menjadi momentum kebangkitan petani jagung di Sulawesi Selatan. Di Kabupaten Sidrap, kegiatan dipusatkan di Desa Mario, Kecamatan Kulo, dengan hasil produksi yang dinilai menggembirakan.
Bupati Sidrap, Syaharuddin Alrif, mengungkapkan bahwa harga jagung saat ini berada di level yang jauh lebih baik dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Untuk kadar air 14 hingga 18 persen, harga mencapai Rp6.500 per kilogram.
“Dulu harga jagung hanya berada di angka Rp4.000 ke bawah. Sekarang dengan kadar air 14 hingga 18 persen, harga jagung bisa mencapai Rp6.500. Ini tentu menjadi kabar baik bagi para petani,” ujarnya.
Pemerintah Kabupaten Sidrap tidak hanya fokus pada peningkatan produksi, tetapi juga pada stabilisasi harga. Tahun ini, Bulog menargetkan serapan jagung sebanyak 15 ribu ton. Selain itu, pembelian dari peternak lokal juga turut menyerap hasil panen petani.
“Pemerintah Kabupaten Sidrap terus berupaya mendukung target swasembada jagung melalui penyiapan benih, pupuk bersubsidi, serta menjaga serapan dan stabilisasi harga,” jelas Syaharuddin.
Kapolres Sidrap, AKBP Dr. Fantry Taherong, menyebut bahwa pelaksanaan panen raya berlangsung lancar dan aman. Pihaknya berkomitmen mendukung program ketahanan pangan nasional yang digagas Presiden Prabowo Subianto.
“Kegiatan ini berlangsung dengan lancar dan hasil panen jagung kita dapat lihat bersama dalam kondisi yang cukup baik. Mudah-mudahan ke depan kegiatan ini bisa terus terlaksana untuk mendukung program Bapak Presiden dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui ketahanan pangan,” kata Fantry.
Kabupaten Sidrap memiliki peran strategis dalam memenuhi kebutuhan jagung nasional, terutama untuk sektor peternakan yang terus berkembang. Kebutuhan jagung sebagai bahan utama pakan ternak di daerah ini sangat tinggi, sehingga pemerintah daerah terus mendorong kelompok tani di desa dan kelurahan untuk meningkatkan produksi.
Dengan kombinasi harga yang menguntungkan, dukungan pupuk bersubsidi, serta jaminan serapan oleh Bulog dan peternak lokal, optimisme petani jagung di Sidrap kini berada di titik tertinggi. Panen raya serentak ini diharapkan menjadi titik awal penguatan swasembada pangan yang berkelanjutan.