MAKASSAR — Jika tahun lalu seluruh proses pendaftaran SPMB di Makassar terpusat di satu server, tahun ini sistem Lontara+ akan menggunakan tiga server terpisah. Masing-masing server dialokasikan khusus untuk jenjang PAUD, SD, dan SMP.
Tim Ahli Pemkot Makassar Bidang Percepatan Digitalisasi, Andi Gita Namira Patigana, mengatakan pemisahan ini merupakan hasil evaluasi dari tahun sebelumnya. Saat itu, penumpukan akses di satu titik sempat membuat sistem kewalahan.
“Tahun ini server dipisahkan berdasarkan jenjang agar beban akses tidak menumpuk di satu titik. Harapannya performa sistem jauh lebih stabil saat pendaftaran berlangsung,” kata Andi Gita, Senin (18/05).
Tim teknis tidak hanya memisahkan server. Mereka juga telah melakukan uji ketahanan sistem dengan simulasi beban akses hingga tiga kali lipat dari estimasi jumlah pengguna pada hari pendaftaran. Uji coba ini dijadwalkan kembali dilakukan sebelum pendaftaran resmi dimulai.
“Kami sudah melakukan pengujian untuk memastikan sistem mampu menghadapi lonjakan trafik. Uji coba ini juga akan kembali dilakukan sebelum tahapan pendaftaran resmi dimulai,” ujar Andi Gita.
Pemerintah Kota Makassar saat ini masih memperpanjang masa simulasi SPMB hingga 21 Mei. Perpanjangan ini bagian dari penyempurnaan sistem sebelum pendaftaran resmi dibuka pada 2 Juni 2026.
Langkah antisipasi ini diambil menyusul tingginya antusiasme masyarakat dalam mengakses platform pendaftaran digital. Dengan infrastruktur baru, Pemkot Makassar berharap proses pendaftaran tahun ini berjalan lebih lancar dan tanpa hambatan teknis.