SULAWESI SELATAN — CapCut, aplikasi edit video yang populer di kalangan kreator ponsel, resmi menggandeng Google untuk menghadirkan kemampuan edit di dalam Gemini. Pengumuman ini menjadikan CapCut sebagai mitra kreatif ketiga setelah Adobe dan Canva yang terintegrasi dengan asisten AI Google tersebut.
Dengan integrasi ini, pengguna bisa menjalankan seluruh alur produksi—dari menyusun ide hingga mengekspor video akhir—tanpa keluar dari antarmuka Gemini. CapCut menyediakan perangkat edit yang selama ini menjadi andalan banyak kreator, termasuk efek, filter, dan alat pemotong video.
Google sebelumnya juga telah menguji fitur serupa tahun lalu, yang memungkinkan pengguna mengekspor kenangan Google Photos langsung ke CapCut untuk diedit. Kemitraan ini memperdalam hubungan antara ekosistem Google dan CapCut.
Kabar ini muncul di tengah kekhawatiran pengguna soal batas pemakaian Gemini yang baru. Banyak pengguna yang sudah mengeluhkan kuota terbatas, dan integrasi dengan CapCut berpotensi membuat kuota tersebut habis lebih cepat. Mengedit video—terutama dalam resolusi tinggi—membutuhkan lebih banyak sumber daya dibandingkan sekadar bertanya atau merangkum teks.
Google belum merinci apakah akan ada penyesuaian batas pemakaian khusus untuk integrasi ini.
CapCut hanya menyebutkan bahwa fitur ini akan hadir "dalam waktu dekat". Belum ada tanggal pasti atau daftar negara yang akan mendapatkan akses pertama. Pengguna Indonesia pun masih harus menunggu informasi lebih lanjut mengenai ketersediaan di pasar lokal.
Integrasi ini jelas menjadi angin segar bagi kreator yang ingin memangkas langkah kerja. Namun, efektivitasnya sangat tergantung pada seberapa mulus kolaborasi kedua aplikasi berjalan—dan seberapa besar kuota Gemini yang harus dikorbankan untuk satu video jadi.