Pertemuan yang berlangsung di Red Corner Cafe & Resto, Jalan Yusuf Daeng Ngawing, dipimpin langsung Ketua Orwil ICMI Sulsel, Arismunandar. Ia didampingi akademisi Universitas Hasanuddin sekaligus Ketua Forum Dosen Sulsel, Adi Suryadi Culla, serta Dekan FISIP Unismuh Makassar, Andi Luhur Prianto.
Arismunandar menjelaskan, CIDES sebelumnya hanya aktif di tingkat pusat. Kini, pengurus memutuskan untuk mengembangkannya ke daerah, termasuk Sulawesi Selatan, karena situasi politik dan kebutuhan publik terhadap sejumlah persoalan yang terjadi di tingkat lokal.
“Fungsi penyeimbang, kontrol, dan pengawasan terhadap pemerintah akhir-akhir ini dinilai mulai melemah,” ujar Arismunandar dalam keterangannya, Minggu (24/5/2026).
Menurut Arismunandar, CIDES memiliki tiga program utama. Pertama, riset kebijakan yang berbasis data. Kedua, forum diskusi rutin yang digelar setiap bulan untuk membahas isu-isu strategis dan kekinian di tengah masyarakat. Ketiga, penerbitan jurnal ilmiah sebagai wadah publikasi hasil kajian.
“Di pusat, diskusi rutin dilakukan setiap bulan agar bisa menjadi penyeimbang sekaligus mendorong isu-isu strategis,” katanya.
Adi Suryadi Culla menekankan posisi strategis CIDES dalam memberikan rekomendasi kebijakan kepada pemerintah. Namun, yang membedakan lembaga ini dari organisasi riset lainnya adalah keterikatannya dengan nilai-nilai keislaman.
“Yang membedakan CIDES ini dengan organisasi lain karena ini bagian dari ICMI yang juga membahas tentang keislaman. Jadi kita mewarnai opini maupun temuan riset dengan nilai-nilai keislaman, keagamaan, dan keindonesiaan,” ujar Adi.
Andi Luhur Prianto mengungkapkan, pertemuan tersebut juga difokuskan untuk melengkapi struktur kepengurusan CIDES Sulsel. Beberapa divisi masih perlu diisi sebelum pelantikan resmi dilakukan.
“Kami membahas divisi-divisi yang masih perlu dilengkapi dan terus berkoordinasi dengan pengurus pusat. Jika struktur pengurus sudah rampung, maka dalam waktu dekat kami akan menggelar pelantikan pengurus sekaligus menyusun agenda kerja organisasi,” kata Andi Luhur.
Kehadiran CIDES Sulsel diharapkan dapat menjadi wadah intelektual sekaligus ruang diskusi strategis. Lembaga ini ditargetkan mampu memberikan masukan konstruktif bagi pembangunan daerah di Sulawesi Selatan, terutama melalui rekomendasi kebijakan yang berbasis hasil riset dan nilai-nilai keislaman.