MAKASSAR — Dua titik pengeluaran ternak utama di Sulawesi Selatan, Pelabuhan Parepare dan Pelabuhan Garongkong di Kabupaten Barru, kini menjadi zona pengawasan super ketat. Petugas karantina tidak hanya memeriksa dokumen administrasi, tetapi juga mengambil sampel darah setiap sapi untuk uji laboratorium.
Langkah ini diambil seiring lonjakan mobilitas hewan kurban antarpulau yang biasanya terjadi 2-3 pekan sebelum Iduladha. Kepala Karantina Sulsel, Sitti Chadidjah, menegaskan bahwa pengawasan diperketat untuk mencegah jalur distribusi ternak menjadi media penyebaran penyakit hewan menular strategis.
Pengawasan terbaru menyasar dua pengiriman besar. Pertama, 17 ekor sapi potong dari Parepare menuju Balikpapan, Kalimantan Timur, yang diangkut menggunakan KM Swarna Bahtera Nusantara. Kedua, 29 ekor sapi asal Kabupaten Takalar yang dikirim melalui Pelabuhan Garongkong menuju Kotawaringin Barat, Kalimantan Tengah, menggunakan KMP Awu Awu pada Sabtu (23/5/2026).
“Sebelum diberangkatkan, seluruh sapi telah melalui serangkaian tindakan karantina hewan sesuai prosedur. Pemeriksaan meliputi verifikasi dokumen administrasi, pemeriksaan fisik kesehatan hewan, hingga pengambilan sampel darah untuk pengujian laboratorium sebagai langkah antisipasi terhadap potensi penyebaran penyakit hewan,” ujar Sitti Chadidjah dalam siaran pers di Makassar, Minggu (24/5/2026).
Menurut Sitti, tindakan karantina ini memiliki tiga lapis tujuan: melindungi kesehatan hewan, menjaga keamanan pangan asal hewan, dan memberikan rasa aman kepada masyarakat sebagai konsumen. Ia menekankan bahwa tingginya mobilitas ternak harus diimbangi dengan pengawasan ketat agar tidak menjadi celah penyebaran PMK dan LSD.
“Setiap hewan yang dilalulintaskan wajib memenuhi persyaratan karantina dan dipastikan dalam kondisi sehat sebelum diberangkatkan ke daerah tujuan,” tegasnya.
Pemeriksaan menyeluruh ini akan terus berlangsung hingga puncak pengiriman hewan kurban mendekati hari raya. Karantina Sulsel mengimbau para pedagang dan pengirim ternak untuk melengkapi persyaratan dokumen sejak awal agar tidak terjadi penundaan di pelabuhan.