SULAWESI SELATAN — Jasad Indo Akko ditemukan pertama kali oleh petugas kepolisian bersama warga yang sudah empat hari mencurigai aktivitas korban. Sejak Kamis (28/5) pekan lalu, perempuan yang dikenal ramah dan aktif bergaul itu tak pernah terlihat keluar rumah. Bau menyengat yang mulai tercium dari dalam rumah akhirnya mendorong warga berkoordinasi dengan Polsek Tempe untuk melakukan pemeriksaan.
Saat pintu dibuka paksa, korban sudah dalam kondisi meninggal dengan jasad membusuk. Dugaan sementara dari petugas di lapangan, Indo Akko tewas akibat tersengat aliran listrik saat beraktivitas di dapur. Informasi yang dihimpun menyebutkan, korban diduga tengah menyiapkan sajian untuk menyambut Iduladha sebelum peristiwa nahas itu terjadi.
Proses evakuasi berlangsung dengan pengamanan ketat dan disaksikan puluhan warga yang memadati lokasi. Sejumlah tetangga turut membantu proses penanganan awal di tempat kejadian perkara (TKP).
Kasus ini kini ditangani oleh Polsek Tempe, Polres Wajo. Hingga sore hari, belum ada pernyataan resmi dari pihak kepolisian. Petugas masih mengumpulkan keterangan dari saksi-saksi di sekitar lokasi.
Untuk kepentingan penyelidikan, jasad Indo Akko telah dievakuasi ke Rumah Sakit Umum Lamaddukelleng Sengkang. Korban akan menjalani visum dan autopsi guna memastikan penyebab pasti kematiannya. Polisi belum bisa menyimpulkan apakah peristiwa ini murni kecelakaan atau terdapat unsur lain.
Suasana duka menyelimuti lingkungan tempat tinggal korban. Warga mengaku terkejut karena Indo Akko dikenal sebagai pribadi yang supel dan sering berinteraksi dengan tetangga. "Dia orangnya baik, sering ngobrol sama warga. Makanya kami curiga begitu beberapa hari tidak kelihatan," ujar salah seorang tetangga yang enggan disebutkan namanya.
Peristiwa ini menambah daftar panjang kecelakaan rumah tangga akibat instalasi listrik tak standar. Warga sekitar berharap agar pihak berwenang juga mengedukasi masyarakat tentang bahaya kelistrikan, terutama saat warga mulai sibuk menyambut hari besar keagamaan.