Pertamina Patra Niaga Gelar PINDEX 2026, Wadah Inovasi Engineering untuk Kurangi Impor Energi

Penulis: Fauzan Arifin  •  Selasa, 02 Juni 2026 | 13:59:01 WIB
Pertamina Patra Niaga resmi membuka PINDEX 2026 sebagai ajang inovasi engineering hilir migas.

SULAWESI SELATAN — Pertamina Patra Niaga resmi mengumumkan penyelenggaraan PINDEX 2026, sebuah kompetisi dan pameran inovasi di bidang infrastruktur hilir migas. Acara ini akan mempertemukan para insinyur, startup teknologi, dan peneliti dari berbagai perguruan tinggi untuk memecahkan tantangan operasional di lapangan.

Direktur Utama Pertamina Patra Niaga, Riva Siahaan, mengatakan ajang ini bukan sekadar seremonial. "Kami butuh inovasi konkret yang bisa langsung diimplementasikan di depot, SPBU, maupun jaringan pipa. Target kami menekan biaya logistik dan meningkatkan efisiensi distribusi BBM," ujarnya dalam konferensi pers di Jakarta, Selasa (18/2).

Mengincar Terobosan Teknologi Hilir

PINDEX 2026 akan mencakup tiga kategori utama: digitalisasi rantai pasok, otomatisasi terminal BBM, dan solusi pengurangan emisi karbon. Peserta diminta mengajukan prototipe atau studi kasus yang sudah teruji di skala laboratorium.

Pertamina Patra Niaga mengalokasikan dana pengembangan hingga Rp 50 miliar untuk pemenang yang idenya dinilai layak diproduksi massal. "Kami tidak mau inovasi cuma berhenti di atas kertas. Harus ada dampak nyata ke efisiensi operasional," tambah Riva.

Sepanjang 2025, perusahaan mencatat penghematan Rp 1,2 triliun dari program efisiensi di sektor hilir. Angka ini berasal dari optimalisasi rute distribusi dan pengurangan kebocoran di pipa.

Kolaborasi dengan Akademisi dan Startup

Ajang ini menggandeng 15 universitas negeri dan 20 perusahaan rintisan teknologi energi. Beberapa kampus seperti ITB dan ITS sudah menyatakan minat mengirimkan tim peneliti mereka.

PINDEX 2026 juga membuka sesi mentoring langsung dengan tim engineering Pertamina. Peserta yang lolos seleksi awal akan mendapat pendampingan teknis selama tiga bulan sebelum final pada Agustus 2026.

Bagi pelaku industri kecil, ajang ini membuka peluang kerja sama pengadaan barang dan jasa. Pertamina Patra Niaga berkomitmen memprioritaskan produk lokal yang lolos kurasi inovasi.

Dampak ke Pasokan BBM Nasional

Jika inovasi yang lahir dari PINDEX 2026 berhasil diimplementasikan, Pertamina Patra Niaga menargetkan penurunan biaya distribusi BBM sebesar 15 persen pada 2027. Saat ini, perusahaan mengelola 118 depot dan 7.600 SPBU di seluruh Indonesia.

Efisiensi ini diharapkan bisa menekan harga jual BBM nonsubsidi di daerah terpencil. Selisih harga BBM antara Jawa dan Papua saat ini masih mencapai Rp 4.000 per liter akibat tingginya biaya logistik.

PINDEX 2026 menjadi salah satu inisiatif Pertamina Patra Niaga dalam mendukung target pemerintah mengurangi impor minyak mentah sebesar 30 persen pada 2030. Ajang serupa sebelumnya berhasil melahirkan sistem monitoring tangki BBM berbasis IoT yang kini dipakai di 40 persen depot perusahaan.

Reporter: Fauzan Arifin
Sumber: ekonomi.republika.co.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top