MAKASSAR — Proses pemulangan jemaah haji Embarkasi Makassar tahun 2026 resmi dimulai dengan kedatangan dua kloter perdana. Kloter 1 membawa 391 orang yang didominasi jemaah asal Soppeng, sementara Kloter 2 memberangkatkan 393 jemaah asal Sidrap. Seluruh jemaah dinyatakan dalam kondisi sehat setelah menempuh penerbangan dari Arab Saudi.
Ketua PPIH Embarkasi-Debarkasi Makassar, H. Ikbal Ismail, menilai penyelenggaraan ibadah haji tahun ini berjalan baik. Penilaian itu diamini Tim Pengawas DPR RI yang memantau langsung pelaksanaan di Tanah Suci.
"Atas nama PPIH Embarkasi-Debarkasi Makassar, kami menyampaikan terima kasih kepada pemerintah dan seluruh pihak atas terselenggaranya proses haji tahun ini dengan baik," ujar Ikbal dalam seremoni penerimaan di Aula Arafah, Selasa (2/6).
Di balik kelancaran pemulangan, terdapat catatan duka. Hingga kedatangan Kloter 1, PPIH mencatat 16 jemaah Embarkasi Makassar wafat di Tanah Suci. Rinciannya: 11 jemaah asal Sulawesi Selatan, satu dari Sulawesi Barat, dua Sulawesi Tenggara, satu Maluku Utara, dan satu Maluku.
Dari Kloter 2, satu jemaah atas nama Ijuma H. Lompeng wafat pada 30 Mei 2026. Sementara jemaah lainnya, Lanti Latief Abdullah, masih menjalani perawatan di Arab Saudi.
Secara keseluruhan, Embarkasi Makassar semula merencanakan memberangkatkan 16.728 jemaah dan petugas. Namun 22 calon jemaah belum dapat diberangkatkan karena berbagai alasan: 14 orang sakit, empat hamil, satu wafat, dan tiga menunda keberangkatan.
Kedatangan Kloter 2 menjadi momen istimewa. Bupati Sidrap, H. Syaharuddin Alrif, menjemput jemaah hingga ke area pesawat, menepati janji yang ia ucapkan saat melepas keberangkatan beberapa waktu lalu.
"Alhamdulillah saya bisa menjemput langsung di pesawat. Ada yang mengira saya petugas bandara," ujarnya disambut tawa jemaah yang tiba pukul 06.50 WITA.
Syaharuddin menyebut tahun ini istimewa karena Kabupaten Sidrap untuk pertama kalinya memberangkatkan dua kelompok terbang. "Ini tidak pernah terjadi sebelumnya. Tambahan kuota ini tidak lepas dari koordinasi baik antara pemerintah daerah dengan Kementerian Haji dan Umrah," katanya.
Di sela penyambutan, para pejabat mengingatkan esensi ibadah haji. Asisten I Pemprov Sulsel, H. Muh. Ishaq Iskandar, yang mewakili Gubernur Sulsel, menegaskan bahwa predikat haji merupakan amanah moral.
"Haji mabrur adalah haji yang mampu menghadirkan kepedulian sosial dan akhlak mulia di tengah kehidupan bermasyarakat," kata Ishaq.
Sekretaris PPIH Debarkasi Makassar, H. Asa Afif, mengajak jemaah merefleksikan perubahan perilaku. "Kalau sebelum berangkat ibadahnya biasa-biasa saja, setelah pulang haji semoga menjadi lebih baik. Yang biasanya mudah marah, semoga menjadi lebih sabar," pesannya.
PPIH Debarkasi Makassar terus bersiaga menyambut kedatangan kloter-kloter berikutnya dalam beberapa hari ke depan.