SULAWESI SELATAN — FIFA mengonfirmasi kelolosan Arab Saudi setelah hasil imbang 0-0 melawan Irak pada Oktober 2025. Hasil itu cukup mengamankan posisi mereka di Grup H Piala Dunia 2026, yang akan berlangsung pada 11 Juni hingga 20 Juli.
Perjalanan Arab Saudi di pentas dunia dimulai pada 1994 di Amerika Serikat. Saat itu, mereka langsung menembus babak 16 besar — sebuah prestasi yang belum pernah terulang hingga kini.
Momen paling bersejarah terjadi pada Piala Dunia 2022 di Qatar. Arab Saudi secara mengejutkan mengalahkan Argentina 2-1 di laga pembuka grup. FIFA mencatat kemenangan itu sebagai salah satu kejutan terbesar dalam sejarah turnamen, terlebih Argentina akhirnya menjadi juara dunia pada edisi tersebut.
Gelandang serang Al Hilal, Salem Al Dawsari, menjadi figur sentral timnas. Ia adalah kapten sekaligus pencetak gol penting, termasuk saat membungkam Argentina di Qatar 2022.
Selain Al Dawsari, perhatian juga tertuju pada Saud Abdulhamid. Bek sayap ini menjadi salah satu pemain Saudi yang berkarier di Eropa, dikenal dengan kecepatan dan kemampuannya membantu serangan dari sisi lapangan.
Pelatih asal Yunani, Georgios Donis, membawa 26 pemain ke Piala Dunia 2026. Mayoritas masih berasal dari Liga Pro Saudi, namun beberapa nama mulai merambah Eropa.
Di lini depan, produktivitas Firas Al Buraikan dan pengalaman Saleh Al Shehri menjadi andalan. Sementara di sektor tengah, Mohamed Kanno dan Abdullah Al Khaibari diharapkan menjadi motor permainan.
Arab Saudi akan memulai perjuangan melawan Uruguay pada Selasa, 16 Juni pukul 05.00 WIB. Selanjutnya, mereka menghadapi Spanyol pada Minggu, 21 Juni pukul 23.00 WIB, dan menutup fase grup melawan Tanjung Verde pada Sabtu, 27 Juni pukul 07.00 WIB.
Dengan kombinasi pemain berpengalaman dan target melampaui pencapaian sebelumnya, Elang Hijau datang ke Piala Dunia 2026 dengan harapan kembali menciptakan kejutan. Mereka ingin mengukuhkan status sebagai salah satu kekuatan utama sepak bola Asia di panggung dunia.