SULAWESI SELATAN — Tekanan jual langsung mendominasi sejak bel pembukaan. Data perdagangan awal mencatat 380 saham berada di zona merah, sementara hanya 198 saham yang mampu bertahan di hijau. Total nilai transaksi pada sesi awal mencapai Rp2,1 triliun dengan volume 3,09 miliar saham.
Koreksi menyebar hampir ke seluruh sektor. Indeks LQ45 turun 0,28 persen ke 617, IDX30 melemah 0,21 persen ke 348, dan JII terkoreksi 0,26 persen ke 376. Hanya empat sektor yang mencatatkan penguatan: energi, properti, industri, dan kesehatan.
Di sisi lain, sektor yang menjadi penekan utama adalah konsumer siklikal, infrastruktur, bahan baku, dan teknologi. Sektor keuangan serta transportasi dan logistik juga belum mampu bangkit dari tekanan. Kondisi ini menunjukkan investor masih wait and see di tengah minimnya sentimen positif baru.
Di tengah pelemahan pasar, beberapa saham justru mencatatkan kenaikan signifikan. Tiga top gainers sementara adalah PT DFI Retail Nusantara Tbk (HERO) yang memimpin, disusul PT Arthavest Tbk (ARTA) dan PT Pudjiadi & Sons Tbk (PNSE). Aksi beli terhadap saham-saham ini terjadi di tengah arus jual yang deras di lantai bursa.
Pergerakan IHSG yang volatil di awal sesi ini menjadi sinyal bahwa pasar masih mencari arah. Investor disarankan mencermati pergerakan sektor keuangan dan teknologi yang menjadi penentu utama indeks dalam beberapa waktu ke depan.