CardioBot, aplikasi analitik kesehatan yang sudah lama menjadi andalan pengguna Apple Watch, mendapatkan pembaruan signifikan. Versi terbaru aplikasi ini tidak hanya merombak antarmuka, tetapi juga menambahkan integrasi metrik Time in Daylight—salah satu fitur favorit di Apple Health yang mengukur durasi pengguna berada di bawah paparan sinar matahari alami.
Apple Watch sebenarnya sudah bisa mendeteksi dan memperkirakan waktu yang dihabiskan pengguna di luar ruangan sejak beberapa tahun lalu. Namun, CardioBot kini memanfaatkan data tersebut untuk memberikan wawasan yang lebih dalam terkait kesehatan jantung dan proses pemulihan tubuh.
“Saya umumnya lebih bertenaga dan dalam suasana hati yang lebih baik saat bisa menghabiskan lebih banyak waktu di luar ruangan. Mengukur Time in Daylight secara pasif sebagai metrik adalah cara yang bagus untuk merefleksikan kebiasaan sehat ini,” tulis pengembang dalam catatan rilisnya.
Dengan fitur ini, pengguna bisa melihat korelasi antara lama terpapar sinar matahari dengan kualitas tidur, energi harian, dan stabilitas denyut jantung. Bagi pengguna di kota-kota besar Indonesia yang mayoritas bekerja di dalam ruangan, data ini bisa menjadi pengingat untuk lebih sering keluar rumah.
Selain metrik baru, CardioBot juga menghadirkan desain ulang total pada aplikasi. Data kesehatan kini dikelompokkan ke dalam empat bagian fokus: aktivitas, pemulihan, tanda vital, dan detak jantung. Pendekatan ini memudahkan pengguna memahami kondisi tubuh mereka sekilas tanpa harus menyusun data mentah dari Apple Health.
Fitur Coach—asisten virtual yang memberikan panduan kebugaran—juga diperbarui dengan presentasi yang lebih rapi. Konteks bermanfaat kini muncul tepat di tempat yang dibutuhkan, bukan lagi tersembunyi di submenu.
“Pengalaman CardioBot yang lebih bijaksana, dibangun untuk membuat pola kesehatan harian Anda lebih mudah dibaca dan ditindaklanjuti,” demikian bunyi keterangan resmi pengembang.
CardioBot tersedia secara gratis di App Store. Untuk fitur yang lebih lengkap, pengguna bisa berlangganan sebesar 4,99 dolar AS per bulan atau 29,99 dolar AS per tahun (sekitar Rp 80 ribu dan Rp 480 ribu) setelah masa uji coba gratis berakhir. Aplikasi ini kompatibel dengan Apple Watch Series 4 dan lebih baru, serta membutuhkan iPhone yang menjalankan iOS 16 ke atas.
Belum ada informasi apakah fitur Time in Daylight akan berfungsi optimal di negara tropis seperti Indonesia, mengingat intensitas sinar matahari yang berbeda dengan negara subtropis. Namun, sensor Apple Watch tetap dapat mendeteksi perubahan cahaya lingkungan secara akurat selama pengguna mengenakan perangkat di pergelangan tangan.