SULAWESI SELATAN — Nasib pahit harus diterima Timnas U-19 Malaysia di Piala AFF U-19. Harapan untuk lolos ke babak semifinal sirna setelah mereka takluk 0-2 dari Thailand dalam pertandingan yang berlangsung di Stadion Gelora Bung Tomo, Surabaya, kemarin. Hasil ini membuat Malaysia hanya mampu finis di posisi ketiga klasemen Grup C dengan koleksi tiga poin.
Thailand tampil dominan sejak awal pertandingan. Dua gol kemenangan mereka dicetak pada babak pertama melalui aksi cepat yang membuat lini belakang Malaysia kewalahan. Kekalahan ini sekaligus memupus asa Malaysia untuk mengulang pencapaian semifinal edisi sebelumnya.
Dengan hasil ini, Thailand sukses mengamankan tiket semifinal sebagai runner-up grup. Sementara itu, tuan rumah Indonesia yang keluar sebagai juara grup akan menunggu lawan dari hasil pertandingan penyisihan lainnya.
Berita lain datang dari pelatih Timnas Kanada, John Herdman. Dalam konferensi pers virtual, ia secara tegas menyatakan enggan melakukan eksperimen susunan pemain pada laga-laga resmi mendatang. Herdman menilai setiap pertandingan memiliki konsekuensi besar terhadap perjalanan tim di turnamen.
"Kami tidak dalam posisi untuk mencoba-coba. Setiap laga adalah final. Saya akan menurunkan skuad terbaik yang siap tempur, bukan pemain yang masih dalam tahap adaptasi," ujar Herdman.
Pernyataan ini muncul sebagai respons terhadap kritik yang menilai ia terlalu kaku dalam memilih pemain. Herdman menegaskan bahwa stabilitas tim menjadi prioritas utama, terutama dalam menghadapi lawan-lawan tangguh di babak kualifikasi.
Di kancah Eropa, dua bintang muda Spanyol, Lamine Yamal dan Nico Williams, dipastikan absen dari skuad La Roja untuk jeda internasional kali ini. Keputusan ini diambil oleh pelatih Luis de la Fuente setelah berkonsultasi dengan tim medis dan staf klub masing-masing pemain.
Absennya Yamal dan Nico menjadi kerugian besar bagi Spanyol. Keduanya merupakan andalan di sisi sayap yang memberikan kecepatan dan kreativitas. Namun, de la Fuente memilih untuk tidak memaksakan mereka demi menjaga kondisi fisik jangka panjang.
Sebagai gantinya, sejumlah nama baru dipanggil untuk mengisi posisi yang ditinggalkan. Langkah ini diambil untuk memberikan kesempatan bagi pemain lain menunjukkan kemampuan mereka di level internasional.