MALILI — Selain bantuan keuangan, Pemprov Sulsel juga menyerahkan satu unit traktor roda empat, bantuan buffer stock logistik penanggulangan bencana, serta bantuan pasang baru listrik bagi 65 rumah tangga di Luwu Timur. Tiga unit mobil truk pengangkut sampah dari Bank Sulselbar turut diberikan untuk mendukung pengelolaan kebersihan lingkungan.
Dalam sambutannya, Andi Sudirman mengungkapkan bahwa Kabupaten Luwu Timur masuk dalam Paket 6 Program Multi Years Project (MYP) 2025-2027 senilai total Rp3,7 triliun. Paket tersebut mencakup peningkatan struktur jalan pada ruas Ussu–Nuha hingga batas Provinsi Sulawesi Tengah dengan nilai sekitar Rp239 miliar.
Ruas tersebut menjadi salah satu jalur penting penunjang aktivitas masyarakat dan distribusi barang antarprovinsi. “Luwu Timur juga termasuk dalam pembangunan irigasi melalui Paket 4 MYP Rehabilitasi Daerah Irigasi senilai Rp120 miliar,” ujar Andi Sudirman.
Salah satu prioritas di sektor pertanian adalah rehabilitasi Daerah Irigasi Angkona. Proyek ini diharapkan mendukung peningkatan produktivitas pertanian di Luwu Timur dan empat kabupaten lain, yakni Enrekang, Toraja Utara, Luwu, dan Luwu Utara.
Pemprov Sulsel juga berencana membangun Matano Belt Road bersama PT Vale Indonesia. Jalan lingkar pesisir Danau Matano sepanjang 35 kilometer itu akan membentang dari Desa Ussu, Malili, melewati Nuha, hingga batas Provinsi Sulawesi Tengah.
“Inilah yang akan menjadi legacy untuk menegaskan Luwu Timur sebagai penghasil sumber daya alam, dan 35 kilometer ini akan memangkas jarak tempuh masyarakat kita naik kapal dari Malili ke Sulawesi Tengah,” pungkas Andi Sudirman.