SULAWESI SELATAN — Setelah sempat menunjukkan tanda pemulihan awal pekan lalu, grafik harga perak Antam kembali mengalami penyesuaian. Berdasarkan data resmi dari Butik Emas Logam Mulia, harga dasar perak murni hari ini berada di Rp45.650 per gram, turun dari posisi Senin yang sempat bertahan di Rp45.800 per gram.
Koreksi tipis ini membawa harga perak mendekati area support pekan lalu. Meski begitu, instrumen perak murni dan perak Heritage Antam dinilai masih kompetitif sebagai alternatif investasi safe haven selain emas. Salah satu daya tarik utamanya adalah batas masuk modal yang lebih terjangkau bagi investor ritel pemula.
Untuk memudahkan perencanaan pembelian, berikut rincian harga perak Antam per Selasa (9/6/2026) yang terbagi dalam kategori Perak Murni dan Perak Heritage. Harga yang tercantum sudah termasuk Pajak Pertambahan Nilai (PPN) 11 persen.
Kategori Perak Murni Batangan:
Harga dasar perak murni Antam hari ini berada di Rp45.650 per gram. Setelah ditambah PPN 11 persen, harga yang harus dibayar pembeli menjadi Rp50.672 per gram. Angka ini turun dari posisi sebelumnya yang berada di Rp50.838 per gram.
Kategori Perak Heritage:
Untuk produk Perak Heritage, harga dasarnya juga mengikuti penurunan yang sama. Harga jual setelah PPN untuk produk edisi khusus ini juga mengalami penyesuaian proporsional.
Penurunan harga perak kali ini bisa menjadi momentum bagi investor yang ingin mulai diversifikasi portofolio. Dibandingkan emas batangan Antam yang harganya sudah menembus lebih dari Rp1,5 juta per gram, harga perak yang masih di kisaran Rp50 ribuan per gram membuatnya lebih mudah diakses.
Perak juga dikenal sebagai aset lindung nilai terhadap inflasi dan gejolak ekonomi, meskipun volatilitasnya lebih tinggi dibanding emas. Bagi investor pemula, membeli perak dalam jumlah kecil secara berkala bisa menjadi strategi untuk membangun posisi tanpa perlu mengeluarkan modal besar sekaligus.
Pantauan di laman resmi Logam Mulia, harga perak Antam hari ini masih menunjukkan tren fluktuatif dalam sepekan terakhir. Investor disarankan mencermati pergerakan harga global dan nilai tukar rupiah yang turut mempengaruhi harga logam mulia di pasar domestik.