Tanah Longsor Sepanjang 60 Meter di An Giang Rusak Jembatan dan Ancam Enam Rumah Warga

Penulis: Jauhari Lubis  •  Selasa, 09 Juni 2026 | 17:04:31 WIB
Longsor sepanjang 60 meter di An Giang menyebabkan jembatan besi ambruk dan mengancam enam rumah warga.

SULAWESI SELATAN — Longsor terjadi di titik pertemuan Sungai Nam Kenh 10 Chau Phu dan Sungai Hau, sebuah area yang secara hidrologis memang rawan. Kombinasi muka air sungai yang rendah dan curah hujan lebat berkepanjangan disebut sebagai pemicu utama longsornya tebing sungai sepanjang 60 meter tersebut.

Dampak Langsung: Jembatan Runtuh, Enam Rumah Terancam

Sebuah jembatan besi sepanjang 15 meter ambruk akibat tergerus material longsor. Empat rumah penduduk terkena dampak langsung, sementara dua rumah lainnya berada dalam zona bahaya dan berpotensi ikut terseret jika longsor susulan terjadi.

Pihak berwenang setempat menyebutkan tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini. Namun, kerugian material diperkirakan mencapai 700 juta VND atau setara dengan puluhan juta rupiah, mencakup kerusakan infrastruktur jembatan dan ancaman terhadap properti warga.

Evakuasi dan Pengamanan Lokasi Berbahaya

Komando Pertahanan Sipil Komune Chau Phu bergerak cepat setelah kejadian. Barikade langsung dipasang di sekitar area longsor untuk melarang akses orang dan kendaraan melintas. Tim dikerahkan untuk membantu warga memindahkan barang-barang dan rumah mereka ke lokasi yang lebih aman.

Warga setempat juga diimbau untuk tidak bepergian atau berkumpul di area terdampak. Pemerintah komune meminta masyarakat untuk proaktif memantau situasi dan segera melaporkan jika muncul tanda-tanda longsor baru.

Investigasi dan Langkah Perbaikan Segera Dilakukan

Pemerintah setempat tidak hanya melakukan evakuasi darurat. Mereka telah meminta instansi terkait untuk segera melakukan survei dan kajian teknis guna menilai skala dampak secara menyeluruh. Langkah perbaikan akan diterapkan tepat waktu untuk memastikan keselamatan warga, terutama mengingat area tersebut masih berisiko tinggi mengalami longsor susulan.

Peristiwa ini menjadi pengingat akan kerentanan permukiman di bantaran sungai, khususnya di titik-titik pertemuan arus yang secara alami memiliki tekanan hidrolik tinggi.

Reporter: Jauhari Lubis
Sumber: vietnam.vn This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top