MAKASSAR — Kepolisian Daerah Sulawesi Selatan memastikan dukungan penuh terhadap gelaran Tabliq Akbar dan Istigosah yang diinisiasi PW IPIM Sulsel bekerja sama dengan Kanwil Kemenag Sulsel dan UIN Alauddin Makassar. Acara di Masjid Al Markaz Al Islami pada 14 Juni 2026 itu disebut sebagai lokus kedua setelah kick-off serupa di Ibu Kota Nusantara (IKN).
Kakanwil Kemenag Sulsel H. Ali Yafid yang juga menjabat Sekretaris PW IPIM Sulsel melaporkan langsung rencana tersebut ke Kapolda di ruang kerjanya, Rabu (10/6/2026). Ia menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan pendahuluan dari International Grand Imam Conference (IGIC) 2026 yang akan dipusatkan di Masjid Istiqlal Jakarta.
“Kegiatan ini merupakan rangkaian dan pendahuluan dari event International Grand Imam Conference (IGIC) 2026 atau Konferensi Imam Besar dan Para Imam Masjid sedunia,” jelas Ali Yafid didampingi Ketua IPIM Sulsel KH. Maskur Yusuf dan Ketua Panitia H. Abdul Gaffar.
Dalam pertemuan itu, panitia juga menyampaikan bahwa Menteri Agama RI sekaligus Ketua Umum PP IPIM, Anregurutta KH. Nasaruddin Umar, direncanakan hadir langsung di tengah ribuan peserta.
Irjen Pol Djhuhandhani Rahardjo Puro menegaskan pihaknya siap mengerahkan personel untuk menjamin keamanan, ketertiban, dan kelancaran acara. “Insya Allah, kami siap hadir dan mensupport kegiatannya, khususnya dalam hal keamanan, ketertiban dan kelancaran,” ujar mantan Dirtipidum Bareskrim Polri itu.
Di hadapan jajarannya yang mendampingi, termasuk Dirintelkam, Kabid Humas, dan Dir Binmas Polda Sulsel, Kapolda juga menyoroti persoalan kamtibmas di Sulsel. Ia mengakui pendekatan hukum semata tidak cukup untuk menangani masalah seperti unjuk rasa, narkoba, dan kenakalan remaja yang mengarah ke kriminal.
“Kami menyadari, tindakan dan pendekatan hukum tidaklah cukup untuk menyelesaikan sejumlah masalah tersebut, akan tetapi pendekatan keagamaan dan budaya melalui tokoh agama dan masyarakat termasuk para imam masjid,” ungkapnya.
Kakanwil Kemenag Sulsel merespons positif gagasan Kapolda dan menyatakan kesiapan berkolaborasi. Ia mengungkapkan bahwa kerja sama dengan Polda Sulsel sudah berjalan di berbagai program, seperti pencegahan terorisme bersama BNPT dan Densus 88, serta penyuluhan kamtibmas yang melibatkan penyuluh agama.
“Insya Allah apapun itu demi keamanan dan kemaslahatan rakyat dan umat, kami selalu siap bersinergi,” pungkas Ali Yafid.