Politeknik Bosowa Gelar EISC 2026, SMKS Darussalam Makassar Siap Wakili Sulsel ke Kompetisi Nasional Instalasi Listrik

Penulis: Ginanjar Raharjo  •  Jumat, 12 Juni 2026 | 15:11:31 WIB
SMKS Darussalam Makassar raih juara pertama EISC 2026 dan siap wakili Sulsel di LKS Nasional.

MAKASSAR — Ajang ini menjadi ajang pembuktian bagi siswa SMK di bidang instalasi listrik. Sebanyak 17 sekolah dari berbagai kabupaten dan kota di Sulawesi Selatan turut serta dalam kompetisi yang digelar pada Kamis (11/6/2026) itu.

Setelah melalui penilaian ketat oleh dewan juri profesional, SMKS Darussalam Makassar memastikan diri sebagai yang terbaik. Mereka mengumpulkan nilai tertinggi, unggul atas SMKN 2 Bone yang meraih 257 poin dan SMKN 3 Soppeng dengan 241 poin.

Hadiah dan Beasiswa untuk Para Juara

Para pemenang tidak hanya membawa pulang trofi dan sertifikat penghargaan. Mereka juga menerima hadiah uang tunai dan Beasiswa Prestasi Politeknik Bosowa sebagai bentuk apresiasi atas prestasi yang diraih.

  • Juara 1 — SMKS Darussalam Makassar (273 poin): Rp1.750.000 dan Beasiswa Prestasi Poltekbos. Berhak mewakili Sulawesi Selatan di LKS Nasional.
  • Juara 2 — SMKN 2 Bone (257 poin): Rp1.000.000 dan Beasiswa Prestasi Poltekbos.
  • Juara 3 — SMKN 3 Soppeng (241 poin): Rp750.000 dan Beasiswa Prestasi Poltekbos.

Kompetisi Bukan Sekadar Cari Pemenang

Direktur Politeknik Bosowa, Dr. Isminarti, S.T., M.T., dalam sambutan penutupan menegaskan bahwa EISC 2026 dirancang untuk membangun sumber daya manusia unggul melalui pendidikan vokasi.

"Kami mengucapkan selamat kepada para juara yang telah menunjukkan kompetensi terbaiknya selama kompetisi berlangsung. Khusus kepada Juara 1 yang akan mewakili Sulawesi Selatan pada LKS SMK Bidang Instalasi Listrik Tingkat Nasional, kami berharap mampu membawa nama baik daerah dan menunjukkan kualitas lulusan vokasi yang kompeten dan berdaya saing," ujar Isminarti.

Ia menambahkan bahwa Politeknik Bosowa akan terus berkomitmen mendukung pengembangan pendidikan vokasi melalui kompetisi, pelatihan, dan kolaborasi dengan dunia usaha serta industri.

Dukungan Mitra Industri dan Standar Penilaian Ketat

Kompetisi ini mendapat dukungan dari berbagai mitra industri, termasuk PLN Indonesia Power UBP Barru. Penilaian dilakukan berdasarkan aspek ketepatan instalasi, kualitas pekerjaan, keselamatan kerja, efisiensi waktu, serta kemampuan peserta dalam menyelesaikan tugas sesuai standar industri.

Ketua Program Studi Teknik Listrik Politeknik Bosowa, Sulistianingsih Nur Fitri, S.ST., M.T., menyebut antusiasme peserta tahun ini sangat luar biasa. Menurutnya, EISC menjadi ajang strategis untuk mengukur sekaligus meningkatkan kompetensi siswa SMK di bidang instalasi listrik.

"Kami melihat banyak potensi dan talenta muda yang memiliki kemampuan teknis yang baik serta siap bersaing di tingkat yang lebih tinggi. EISC tidak hanya menjadi arena kompetisi, tetapi juga sarana belajar, berbagi pengalaman, dan membangun jejaring antara sekolah, perguruan tinggi vokasi, dan industri," kata Sulistianingsih.

Langkah Selanjutnya Menuju LKS Nasional

Dengan hasil ini, SMKS Darussalam Makassar kini memiliki tugas tambahan: mempersiapkan diri menghadapi LKS SMK Tingkat Nasional. Politeknik Bosowa diharapkan dapat terus berkontribusi dalam mencetak generasi vokasi yang kompeten dan profesional. Penutupan EISC 2026 berlangsung meriah dengan penyerahan trofi, sertifikat, hadiah uang tunai, beasiswa prestasi, dan sesi foto bersama para juara, dewan juri, sponsor, serta pimpinan kampus.

Reporter: Ginanjar Raharjo
Sumber: sulselsatu.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top