Prabowo Minta Jerman Buka Akses Lebih Luas untuk Tenaga Kerja RI di Sektor Teknologi Tinggi

Penulis: Ginanjar Raharjo  •  Senin, 15 Juni 2026 | 18:07:32 WIB
Presiden Prabowo Subianto bertemu Presiden Jerman Frank-Walter Steinmeier di Istana Merdeka membahas akses tenaga kerja Indonesia.

SULAWESI SELATAN — Pemerintah Indonesia secara resmi meminta Jerman membuka pintu lebih lebar bagi tenaga kerja Indonesia, tidak hanya di sektor perawatan tetapi juga di bidang teknologi tinggi. Permintaan itu disampaikan langsung Presiden Prabowo Subianto dalam pertemuan bilateral dengan Presiden Jerman Frank-Walter Steinmeier di Istana Merdeka, Senin (15/6).

"Indonesia juga ingin memperluas peluang kerja bagi tenaga kerja Indonesia di Jerman, termasuk di sektor teknologi tingkat tinggi," ujar Prabowo dalam konferensi pers usai pertemuan.

Jerman merupakan negara dengan perekonomian terbesar di Uni Eropa dan dikenal unggul dalam inovasi, riset, serta industri berbasis teknologi. Menurut Prabowo, kerja sama ini menjadi peluang strategis untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia Indonesia.

Kesepakatan untuk Perawat dan Dukungan Jerman terhadap IEU-CEPA

Dalam pertemuan tersebut, kedua negara menyambut penandatanganan Letter of Intent mengenai Global Skills Partnership di bidang keperawatan. Program ini membuka jalur resmi, terstruktur, dan etis bagi perawat Indonesia untuk bekerja atau mengikuti program magang di fasilitas kesehatan Jerman.

Selain isu ketenagakerjaan, Prabowo menekankan pentingnya percepatan penyelesaian Indonesia-European Union Comprehensive Economic Partnership Agreement (IEU-CEPA). Perjanjian kemitraan ekonomi ini telah dirundingkan selama bertahun-tahun.

"Saya menekankan pentingnya hubungan Indonesia dan Eropa dan kami berharap perjanjian Indonesia-European Union CEPA bisa mencapai kesimpulan substantif. Kami berharap Jerman akan terus memainkan peran aktif dalam proses finalisasi perjanjian internal di Eropa," kata Prabowo.

Presiden Steinmeier: Jerman Siap Ratifikasi, Tarif Bea Masuk Bisa Dihapus

Presiden Steinmeier menyatakan dukungan penuh Jerman terhadap penyelesaian IEU-CEPA. Ia optimistis perjanjian itu akan membuka peluang ekonomi yang lebih besar bagi kedua pihak.

"Kami harap perjanjian Indonesia-Eropa CEPA yang perundingannya telah berlangsung lama akhirnya dapat ditandatangani. Dengan itu sebagian besar tarif bea masuk dapat dihapuskan. Kami di Jerman juga merasa bertanggung jawab untuk segera meratifikasikan perjanjian ini," ujar Steinmeier.

Ia menambahkan bahwa perjanjian ini mengandung potensi yang sangat besar bagi dunia usaha di kedua kawasan.

UMKM Indonesia Dapat Akses ke Pasar Eropa

Indonesia dan Jerman juga berkomitmen memperkuat kerja sama ekonomi melalui program Partnering in Business with Germany. Program ini dirancang untuk membantu pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) Indonesia meningkatkan kapasitas manajerial serta memperluas akses ke rantai pasok global dan pasar Eropa.

Pemerintah optimistis kombinasi antara perluasan akses tenaga kerja, program kemitraan UMKM, dan finalisasi IEU-CEPA akan memberikan manfaat konkret bagi perekonomian nasional. Seluruh agenda ini dibahas dalam suasana diplomatik yang hangat, menandai penguatan hubungan bilateral RI-Jerman di tengah dinamika global.

Reporter: Ginanjar Raharjo
Sumber: akurat.co This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top