MAKASSAR — Target pendapatan dari UPT Logam naik sepuluh kali lipat dalam setahun. Jika sebelumnya hanya Rp1 miliar, kini Pemprov Sulsel membebankan target PAD sebesar Rp10 miliar pada unit pengolahan logam tersebut. Komisi B DPRD Sulsel menilai potensi itu bisa tercapai jika persoalan teknis dan administrasi yang membelit unit itu segera dirampungkan.
Hambatan Berulang Selama Dua Tahun Terakhir
Ketua Komisi B DPRD Sulsel, Andi Azizah Irma Wahyudiyati Irwan, mengungkapkan bahwa masalah di UPT Logam bukan persoalan baru. “Persoalan ini sudah berulang selama dua tahun. Selama ini kendalanya karena adanya masalah dengan pihak rekanan sehingga dinas belum bisa bertindak secara proaktif,” ujarnya dalam rapat tersebut.
Irma menekankan agar penyelesaian tidak lagi menunggu inisiatif dari pihak ketiga. DPRD mendorong langkah progresif dengan melibatkan perangkat daerah lain untuk memberikan pendampingan teknis, terutama dalam perbaikan dan pengoperasian alat produksi.
Peralatan Sudah Ada, Uji Fungsi Belum Tuntas
Plt Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian Sulsel, Wiwi Elnangti Wijaya Jaya, membeberkan hambatan utama yang membuat UPT Logam tidak berproduksi maksimal. “Alat yang dibutuhkan untuk proses produksi sebenarnya sudah ada, tetapi hingga saat ini belum dapat dimanfaatkan. Hal ini berkaitan dengan temuan BPK sebelumnya,” jelasnya.
Menurut Wiwi, penyedia barang belum menyelesaikan tahapan uji fungsi. Akibatnya, alat produksi tidak bisa dioperasikan secara resmi. Proses administrasi seperti kontrak, penerimaan barang, hingga berita acara serah terima (BAST) masih menggantung. “Ketika alat tidak dapat digunakan, kami pun tidak bisa melakukan produksi. Kondisi ini sudah berlangsung selama beberapa tahun,” ujarnya.
Pesanan Mulia Berjalan, Tagihan Tertahan Administrasi
Meski alat belum beroperasi penuh, Wiwi mengklaim produksi sudah mulai berjalan. Sejumlah pesanan dari masyarakat pun tengah dikerjakan. Namun, penagihan kepada pemesan belum bisa dilakukan karena proses administrasi masih berlangsung.
Komisi B DPRD Sulsel menilai sektor perindustrian, khususnya UPT Logam, memiliki peluang besar mendongkrak PAD. “Selama ini capaian PAD masih berada di kisaran 10 persen. Salah satu perhatian utama kami memang berada pada sektor perindustrian,” tutup Irma.