MAKASSAR — Pendataan Sensus Ekonomi 2026 resmi berjalan di Sulawesi Selatan mulai hari ini. BPS mengerahkan ribuan petugas untuk menyisir setiap rumah tangga dan unit usaha di seluruh wilayah provinsi tersebut.
Kepala BPS Sulsel Aryanto mengatakan seluruh petugas telah melalui pelatihan khusus. Mereka akan bertugas selama dua setengah bulan, dari 15 Juni hingga 31 Agustus 2026.
“Untuk Sulawesi Selatan yang kita kerahkan sebanyak 8.776 petugas. Tersebar di seluruh Sulawesi Selatan,” ujarnya, Minggu (14/6).
Berbeda dengan survei biasa yang hanya mengambil sampel, sensus ini menyasar seluruh aktivitas ekonomi secara menyeluruh. Kepala BPS RI Amalia Adininggar Widyasanti menegaskan keunggulan metode ini terletak pada cakupan data yang utuh.
“Ini sensus, artinya pendataan lengkap. Bukan sampling, karena ini bukan survei,” kata Amalia saat pencanangan di Sulsel beberapa waktu lalu.
Data yang terkumpul nantinya menjadi potret terkini struktur ekonomi daerah. Pemerintah kabupaten/kota hingga provinsi bisa menggunakannya untuk merumuskan kebijakan pembangunan yang lebih tepat sasaran.
Meski petugas tetap melakukan pendataan secara door-to-door, BPS mengoptimalkan teknologi digital. Tiga jenis kuesioner disiapkan: daring, digital yang diinstal di gawai petugas, dan kertas sebagai cadangan.
“Kita akan lebih mengutamakan menggunakan kuisioner online dan kuisioner digital,” jelas Amalia.
Langkah ini untuk mempercepat proses pengumpulan data sekaligus meningkatkan efisiensi pengolahan informasi. Setiap data yang masuk akan melalui sistem pengawasan berlapis.
Hasil Sensus Ekonomi 2026 diharapkan mampu memetakan potensi ekonomi baru di Sulsel, termasuk sektor-sektor yang selama ini belum terdata optimal. Amalia menyebut data ini krusial bagi pemerintah daerah.
“Tentunya nanti dari hasil sensus, para kepala daerah bisa memanfaatkannya untuk merumuskan kebijakan yang lebih tepat sasaran dan sesuai dengan perkembangan terkini,” pungkasnya.
BPS menerapkan quality assurance untuk memastikan konsistensi data yang dikumpulkan. Tim khusus akan mengecek setiap input sebelum data diolah menjadi statistik resmi.