SULAWESI SELATAN — Piala Dunia 2026 yang akan digelar di Amerika Serikat, Meksiko, dan Kanada tercatat sebagai edisi termahal sepanjang sejarah. Harga tiket untuk sejumlah pertandingan babak penyisihan grup mencapai angka fantastis, mulai dari 350 dolar AS (sekitar Rp5,6 juta) hingga 5.000 dolar AS (Rp80 juta).
Tak hanya tiket, biaya akomodasi dan transportasi juga meroket. Tiket kereta dan bus menuju Stadion New York New Jersey untuk laga Piala Dunia terpaksa dipotong setelah mendapat protes keras dari suporter. Namun, harga tersebut masih sepuluh kali lipat dari tarif normal.
Mamdani, yang menjabat sebagai Wali Kota New York sejak Januari lalu, menyayangkan situasi ini. Ia menyebut FIFA bisa mengambil langkah berbeda.
Badan sepak bola dunia (FIFA) diprediksi meraup pendapatan hampir 9 miliar dolar AS (sekitar Rp144 triliun) dari turnamen ini. Angka tersebut bahkan melampaui pendapatan Olimpiade Paris 2024. Ironisnya, suporter justru menjadi pihak yang harus menanggung beban biaya yang terus membengkak.
"Kami sudah tegaskan sejak awal ingin Piala Dunia ini menjadi milik semua orang," ujar Mamdani kepada BBC Radio 5 Live. Ia mencontohkan tiket transportasi ke stadion di New Jersey yang hampir mencapai 100 dolar AS per orang. "Itu keputusan mereka, dan saya paham mereka harus menutup kerugian. Tapi sebagian dari itu adalah dampak dari perjanjian kota tuan rumah dengan FIFA."
Mamdani menambahkan, "Saya pikir pendapatan yang dihasilkan, bukan hanya di Piala Dunia ini tapi di setiap Piala Dunia, sudah lebih dari cukup untuk menutup biaya-biaya itu. Bukan suporter yang harus menjembatani defisit."
BBC Sport sebelumnya melakukan simulasi perjalanan bagi suporter Inggris selama babak grup. Hasilnya, setiap pendukung harus menyiapkan dana sekitar 6.500 poundsterling (Rp130 juta) hanya untuk menghadiri tiga pertandingan. Angka ini belum termasuk tiket pesawat dan akomodasi.
Menanggapi kekhawatiran tersebut, Pemerintah Kota New York berupaya meringankan beban suporter. Mamdani mengaku bangga timnya berhasil mengamankan 1.000 tiket seharga 50 dolar AS per pertandingan. Selain itu, zona penggemar (fan fest) gratis akan tersedia di setiap wilayah kota.
"Saat saya menjabat, mereka sempat berencana memungut biaya masuk ke fan fest. Saya senang kami berhasil menghapus biaya itu," ujar Mamdani. "Kami ingin momen ini menjadi ajang wisatawan dan warga New York menemukan kembali kota ini."
Sebanyak 900 bar dan restoran telah mendaftar dalam program paket makanan Piala Dunia senilai 26 dolar AS. Mamdani menyebut langkah-langkah ini sebagai bagian dari perlawanan terhadap komodifikasi olahraga yang kian menjadikan sepak bola sebagai produk mewah.
"Kami ingin keterjangkauan. Semua orang harus bisa menjadi bagian dari turnamen ini," tegas Mamdani. "Ini bagian dari melawan komodifikasi olahraga, melawan anggapan bahwa sepak bola harus menjadi produk mewah."