SULAWESI SELATAN — Kepala Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) Djoko Siswanto mengonfirmasi lonjakan produksi tersebut. Menurutnya, hasil positif dari proyek percontohan EOR di Minas Field ini menunjukkan bahwa teknologi yang selama ini diuji coba benar-benar bisa diandalkan.
“Ini bukti bahwa teknologi EOR kimiawi bekerja efektif di lapangan. Produksi meningkat signifikan dalam waktu yang relatif singkat,” ujar Djoko dalam keterangan resmi yang dikutip Sabtu (27/6/2026).
Minas Field merupakan salah satu lapangan minyak tertua dan terbesar di Indonesia yang dikelola PHR. Seperti banyak lapangan tua lainnya, tekanan alamiah sumur terus menurun, sehingga produksi minyak secara konvensional sulit diandalkan. Di sinilah peran EOR kimiawi: menyuntikkan zat kimia khusus ke dalam reservoir untuk mendorong sisa minyak yang terperangkap di pori-pori batuan agar bisa mengalir ke permukaan.
Hasilnya, dalam enam bulan terakhir, produksi dari sumur-sumur yang disuntik EOR melonjak tiga kali lipat dibandingkan sebelum injeksi dilakukan. PHR menargetkan tren kenaikan ini terus berlanjut seiring perluasan area injeksi.
Keberhasilan di Minas Field menjadi tolok ukur penting bagi industri hulu migas Indonesia. Selama ini, biaya EOR yang tinggi sering menjadi kendala adopsi teknologi ini secara masif. Namun, dengan bukti nyata lonjakan produksi 300 persen, hitungan keekonomian proyek menjadi lebih menarik.
SKK Migas dan Pertamina berencana mereplikasi teknologi serupa di lapangan-lapangan tua lainnya di blok Rokan dan wilayah kerja lain. Langkah ini sejalan dengan target pemerintah untuk menahan laju penurunan produksi alamiah dan menjaga ketahanan energi nasional.
PHR sendiri telah menyiapkan tahap lanjutan dari proyek percontohan ini. Perusahaan akan memperluas cakupan sumur yang menerima injeksi kimia sekaligus mengoptimalkan formula zat kimia yang digunakan. Jika hasilnya konsisten, bukan tidak mungkin teknologi EOR kimiawi menjadi andalan utama untuk menguras minyak dari lapangan-lapungan tua di Indonesia.
Capaian ini juga menjadi modal berharga bagi Pertamina untuk membuktikan bahwa BUMN migas mampu menguasai teknologi hulu yang kompleks. Di tengah tekanan untuk meningkatkan produksi, keberhasilan EOR Minas Field menjadi secercah harapan yang konkret.