SULAWESI SELATAN — Mantan pelatih Timnas Indonesia yang akrab disapa Coach RD itu tidak hanya menjadi penasihat teknis. Dalam latihan perdana, ia turun langsung memberikan arahan kepada puluhan pemain muda yang mengikuti program pembinaan.
Rahmad Darmawan mengungkapkan bahwa akademi ini lahir dari obrolan ringan bersama Sergio van Dijk, Rizki Bagja, dan Sigit Hermawan. Ide yang semula hanya wacana itu kemudian mengkristal dalam waktu singkat.
"Dari pembicaraan itu kemudian berkembang dan akhirnya sekitar dua minggu lalu kami merealisasikannya dengan membentuk Neo Gen Football Academy," jelas Rahmad Darmawan di Lapangan Sabuga ITB.
Saat ini akademi membina dua kelompok usia: U-15 dengan 23 pemain dan U-10 yang diikuti sekitar 70 peserta. Sebelum memulai latihan, tim pelatih telah melalui proses seleksi pemain.
Coach RD menjelaskan bahwa akademi menerapkan sistem pembinaan ganda. "Setiap proses seleksi akan menghasilkan dua tim. Tim elite akan mendapatkan program beasiswa, sementara tim reguler tetap menjalani pembinaan secara rutin seperti sekolah sepak bola pada umumnya," katanya.
Neo Gen Football Academy tidak hanya fokus pada latihan rutin. Para pemain akan diberi kesempatan menambah pengalaman bertanding melalui turnamen regional, dengan agenda pertama pada Oktober mendatang—meski lokasinya masih dirahasiakan.
Rahmad Darmawan menekankan komitmen akademi menghadirkan pelatih-pelatih berlisensi. "Kami ingin para pelatih memberikan pengajaran yang betul-betul tidak menyalahi aturan untuk kelompok usia tersebut," ujarnya.
Dalam dua hingga tiga bulan ke depan, akademi berencana menambah kelompok usia baru. "Mungkin kami akan mulai juga dari usia 6-7 sampai 10 tahun, kemudian mengisi celah usia antara 10-15 tahun," pungkas RD.
Dengan bergabungnya Rahmad Darmawan, Neo Gen Football Academy berharap menjadi wadah pembinaan usia dini yang melahirkan talenta sepak bola berkualitas dari Bandung dan Indonesia.