LUWU UTARA — Kepergian Arifin Djunaidi meninggalkan duka mendalam bagi warga Bumi Lamaranginang. Tokoh kelahiran Kecamatan Sabbang, 17 Agustus 1952, itu dikenal sebagai sosok yang berkontribusi besar dalam pembangunan daerah, terutama saat memimpin sebagai bupati kedua Kabupaten Luwu Utara.
Karier dan Kontribusi Semasa Menjabat
Sebelum dipercaya memimpin Luwu Utara, Arifin Djunaidi lebih dulu mengemban amanah sebagai Wakil Bupati. Pada periode 2010-2015, ia fokus pada pembangunan infrastruktur, peningkatan pelayanan publik, penguatan sektor pertanian, serta tata kelola pemerintahan.
Semasa kepemimpinannya, sejumlah proyek strategis dijalankan untuk mempercepat pertumbuhan ekonomi di wilayah utara Sulawesi Selatan. Kontribusinya dalam pembangunan jalan dan irigasi pertanian masih dikenang hingga kini.
Proses Pemulangan Jenazah ke Kampung Halaman
Saat ini, jenazah almarhum tengah dipersiapkan untuk dipulangkan dari Kota Makassar menuju kampung halamannya di Kabupaten Luwu Utara. Rencananya, jenazah akan disemayamkan di rumah duka sebelum dimakamkan.
Pemerintah Kabupaten Luwu Utara akan melaksanakan upacara pemakaman secara kedinasan sebagai bentuk penghormatan terakhir atas jasa dan pengabdian almarhum kepada daerah.
Ucapan Belasungkawa Mengalir dari Berbagai Kalangan
Ucapan belasungkawa terus mengalir deras, mulai dari pejabat pemerintah, tokoh masyarakat, hingga warga biasa. Banyak yang mengenang dedikasi Arifin Djunaidi selama memimpin dan mengabdikan diri untuk kemajuan Luwu Utara.
Kepergian Arifin Djunaidi menjadi kehilangan besar bagi masyarakat Luwu Utara. Jejak kepemimpinannya di bidang infrastruktur dan pelayanan publik dinilai telah meletakkan fondasi bagi pembangunan daerah di masa berikutnya. (*)