GOWA — Wakil Sekretaris DPW Partai Amanat Nasional (PAN) Sulawesi Selatan, Jabal Nur, angkat bicara soal dinamika politik di Kabupaten Gowa. Ia meminta masyarakat tetap tenang dan memberikan ruang kepada Panitia Khusus (Pansus) Hak Angket DPRD Gowa untuk menyelesaikan tugasnya terhadap Bupati Sitti Husniah Talenrang.
"Semua proses hak angket di Gowa adalah proses politik dan pasti akan ada ujungnya. Semua akan dipastikan berada dalam koridor yang benar," kata Jabal dalam keterangannya, Minggu (12/7/2026).
Jabal menyoroti adanya kelompok yang dinilai memiliki kepentingan politik untuk mengganti Husniah sebelum seluruh proses hak angket rampung. Ia mengimbau agar tidak ada pihak yang memaksakan pergantian kepala daerah melalui tekanan di luar mekanisme yang sedang berjalan.
"Kalaupun ada oknum atau kepentingan politik tertentu yang ingin mengganti Bupati Gowa, tidak usah terlalu berambisi. Tidak perlu sampai membuat spanduk penolakan saat bupati melakukan kunjungan kerja," ujarnya.
Menurutnya, seluruh pihak sebaiknya menunggu hasil akhir proses politik tanpa saling mencederai prinsip demokrasi. "Jangan memaksakan 'kudeta' di tengah jalan," tegasnya.
Jabal juga mengingatkan bahwa apabila dalam proses politik ditemukan dugaan pelanggaran yang harus diproses secara hukum, maka hal itu menjadi kewenangan aparat penegak hukum (APH). Ia meminta masyarakat tidak saling mengerahkan massa untuk berdemonstrasi.
"Kalau dalam proses politik ada yang perlu dibawa ke ranah hukum, biarkan aparat penegak hukum bekerja dengan caranya masing-masing," kata Jabal.
Dalam pernyataannya, Jabal turut menyoroti sosok Muhammad Basri alias Basri Kajang. Ia menduga Basri Kajang selama ini hanya memanfaatkan nama Bupati Gowa untuk kepentingan pribadi.
"Dugaan saya, apa yang dilakukan Basri Kajang selama ini hanya menjual-jual nama Bupati Gowa untuk kepentingan pribadinya," ujar Jabal.
Sebelumnya, keluarga besar Husniah juga menyampaikan lima poin sikap terkait polemik yang membelit bupati perempuan tersebut. Salah satu poin yang ditekankan adalah dukungan penuh terhadap pelaksanaan sidang pansus Hak Angket DPRD Gowa dan penegasan bahwa tidak ada perlindungan kepada politisi PAN itu.
Proses politik di Gowa ini terus menjadi perhatian publik. Jabal berharap semua pihak bisa menahan diri dan menghormati mekanisme demokrasi yang tengah berjalan.