Bupati Sidrap Syaharuddin Alrif Ingin Ubah Status Daerah dari Lintasan Jadi Destinasi, Ekonomi Tumbuh 7,71 Persen

Penulis: Ginanjar Raharjo  •  Minggu, 12 Juli 2026 | 19:03:31 WIB
Bupati Sidrap Syaharuddin Alrif optimistis mengubah Sidrap dari daerah lintasan menjadi destinasi wisata dan ekonomi.

SIDRAP — Kalimat itu diucapkan Syaharuddin Alrif dalam sebuah acara, Sabtu malam lalu. “Dulu Sidrap daerah yang dilewati, sekarang sudah menjadi destinasi,” katanya.

Pernyataan itu bukan sekadar retorika. Di baliknya, ada data yang mendukung. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat ekonomi Sidrap tumbuh 7,71 persen pada 2025. Angka itu menjadi yang tertinggi di Sulawesi Selatan. Penurunan angka kemiskinan juga turut menyertai.

Mengubah Nasib Daerah Lintasan Selama Puluhan Tahun

Selama puluhan tahun, Sidrap hanya menjadi tempat orang lewat. Mengisi bensin. Makan sebentar. Lalu melanjutkan perjalanan. Uang ikut pergi bersama kendaraan yang berlalu. Daerah hanya menjadi penonton.

Syaharuddin ingin menghentikan siklus itu. Ia tidak ingin Sidrap hanya menjadi titik di peta yang disebut saat orang menuju daerah lain. “Orang hanya akan datang jika ada alasan. Dan alasan itu biasanya bernama peluang,” ujarnya.

Peluang ekonomi, investasi, dan usaha menjadi kunci. Syaharuddin menyebut sektor pertanian sebagai fondasi. Sidrap dikenal sebagai lumbung pangan Sulawesi Selatan. Pertanian tradisional mulai bergerak menuju pertanian modern. Distribusi pupuk semakin lancar. Ekonomi daerah yang kuat, menurutnya, selalu bertumpu pada sektor yang benar-benar hidup di masyarakat.

Uang Harus Berputar di Kampung Sendiri

Yang menarik dari pidato Syaharuddin malam itu justru bukan soal ekonomi makro. Melainkan soal uang yang berputar di kampung sendiri. Ia memberi contoh sederhana: pakaian dinas dijahit oleh penjahit lokal. Belanja dilakukan di daerah sendiri. Mobil dibeli di Sidrap.

“Jangan biarkan uang Sidrap terlalu cepat keluar dari Sidrap,” pesannya.

Logika ini sebenarnya tua. Namun sering dilupakan. Banyak daerah sibuk mencari investor dari luar, sementara pelaku usaha lokal justru kesulitan bertahan. Padahal ekonomi yang sehat selalu dimulai dari penguatan pelaku usaha di rumah sendiri.

Drag Race dan Puncak Bila Jadi Magnet Baru

Sidrap tidak hanya mengandalkan pertanian. Dua proyek tengah dipersiapkan untuk menarik pengunjung: drag race 402 meter dan kawasan Puncak Bila. Keduanya menjadi alasan baru agar orang mau datang dan tinggal lebih lama.

“Destinasi bukan sesuatu yang bisa diputuskan melalui pidato. Destinasi ditentukan oleh orang yang datang,” ujar Syaharuddin.

Jika orang terus berdatangan, menginap, berbelanja, berinvestasi, dan kembali lagi, status itu akan melekat dengan sendirinya. Sidrap, hari ini, sedang mencoba keluar dari zona lama. Mencoba membangun identitas baru. Mencoba meyakinkan publik bahwa daerah ini memiliki sesuatu yang layak dikunjungi.

Daerah yang maju, pada akhirnya, bukanlah daerah yang ramai dilintasi kendaraan. Melainkan daerah yang mampu membuat orang berhenti. Datang. Berbelanja. Menikmati. Lalu pulang dengan cerita baik.

Reporter: Ginanjar Raharjo
Sumber: katasulsel.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top