Sulawesi Selatan punya magnet tersendiri bagi pelancong. Bukan cuma karena kuliner coto dan sop saudaranya, tetapi juga lanskap alam yang terus bermunculan sebagai destinasi baru. Dalam beberapa pekan terakhir, setidaknya ada lima titik yang ramai diunggah wisatawan—bukan sekadar tempat foto, tapi lokasi dengan pengalaman yang bikin orang rela antre.
Dari pantai tersembunyi hingga bukit dengan panorama kota, berikut lima tempat yang tengah naik daun. Catat, harga dan jam operasional bisa berubah sewaktu-waktu. Pastikan cek akun media sosial resmi pengelola sebelum berangkat.
Pulau ini sempat viral setelah unggahan video drone memperlihatkan gugusan karang dan air laut berwarna hijau toska. Lokasinya di pesisir Takalar, sekitar 1,5 jam perjalanan darat dari Makassar. Aksesnya menggunakan perahu nelayan dari dermaga kecil di Desa Bontomarannu.
Yang bikin tempat ini berbeda: hamparan pasir putihnya menyatu dengan daratan saat air surut. Pengunjung bisa berjalan kaki menyusuri jembatan alami dari karang. Tidak ada penginapan di pulau, jadi sebagian besar wisatawan datang pagi dan pulang sore.
Tips: bawa bekal sendiri karena warung makan terbatas. Jangan lupa sepatu anti-selip karena bebatuan karang cukup tajam.
Berjarak sekitar 40 menit dari Kota Makassar, bukit ini menawarkan pemandangan Kota Makassar dan Selat Makassar dari ketinggian. Jalur pendakiannya relatif landai, cocok untuk pemula. Banyak pengunjung datang saat subuh untuk menikmati matahari terbit.
Viralnya tempat ini dipicu oleh spot foto gardu pandang yang dibangun pengelola setempat. Dari atas, kamu bisa melihat perbukitan hijau yang membentang hingga ke arah pantai. Udara sejuk dan angin cukup kencang di puncak, jadi bawa jaket.
Untuk mencapai lokasi, kendaraan roda dua lebih disarankan karena jalan menanjak dan cukup sempit di beberapa titik.
Pantai ini berbeda dari pantai kebanyakan di Sulsel. Yang menarik perhatian adalah gugusan batu karang raksasa yang tersebar di sepanjang garis pantai. Saat air laut surut, kolam-kolam alami terbentuk di antara celah karang, tempat ikan-ikan kecil berkumpul.
Lokasinya di Desa Bontorannu, Kecamatan Bangkala, sekitar 2 jam dari Makassar. Jalan menuju pantai sudah beraspal, meski beberapa ruas sempit. Pengunjung biasanya datang untuk berenang di kolam alami atau sekadar duduk di atas karang sambil memancing.
Perhatian: ombak di pantai ini cukup besar saat musim barat. Jangan berenang terlalu jauh dari tepi.
Malino sudah lama dikenal sebagai destinasi pegunungan, tapi air terjun ini baru ramai dibicarakan setahun terakhir. Berada di kawasan hutan lindung, aksesnya membutuhkan jalan kaki sekitar 20 menit dari area parkir. Treknya cukup bersahabat, melewati kebun warga dan sungai kecil.
Air terjun utama memiliki ketinggian sekitar 30 meter dengan kolam di bawahnya yang cukup dalam untuk berenang. Suasana masih alami karena belum banyak bangunan permanen di sekitar lokasi. Beberapa pengunjung membawa tikar untuk piknik di bebatuan dekat air terjun.
Sinyal telepon seluler sangat lemah di area ini. Disarankan unduh peta offline sebelum berangkat.
Toraja selama ini identik dengan upacara adat dan makam tebing. Tapi pesisir Lembang di bagian selatan Tana Toraja menawarkan pemandangan berbeda: perbukitan kapur yang menjulang langsung dari laut. Warna airnya biru kehijauan, kontras dengan tebing putih.
Tempat ini mulai viral setelah dijadikan lokasi syuting film pendek oleh kreator konten lokal. Akses dari Rantepao sekitar 1,5 jam dengan kendaraan. Jalanan berkelok dan sebagian belum diaspal, jadi kendaraan tinggi lebih nyaman.
Tidak ada fasilitas umum di sini. Pengunjung biasanya datang dengan membawa tenda untuk berkemah di tepi pantai. Pastikan tidak meninggalkan sampah.
Apakah tempat-tempat ini cocok untuk wisata keluarga?
Beberapa lokasi seperti Bukit Puncak Seke dan Air Terjun Taman Eden cukup ramah untuk anak-anak, asalkan didampingi orang dewasa. Pulau Camba-Cambang dan Pantai Bara membutuhkan kewaspadaan ekstra karena medan berbatu dan ombak.
Kapan waktu terbaik berkunjung ke destinasi ini?
Musim kemarau antara Juni hingga Oktober memberikan cuaca paling stabil. Hindari bulan Desember-Februari karena curah hujan tinggi dan akses jalan bisa licin.
Berapa biaya masuknya?
Harga tiket masuk bervariasi dan bisa berubah. Sebaiknya hubungi akun media sosial resmi pengelola atau komunitas wisata setempat untuk informasi terbaru.
Apakah ada penginapan di dekat lokasi?
Untuk Pulau Camba-Cambang dan Pesisir Lembang, penginapan terdekat ada di kota kecamatan. Bukit Puncak Seke dan Malino memiliki banyak homestay. Pantai Bara belum memiliki banyak pilihan akomodasi di sekitar.
Bagaimana transportasi umum menuju tempat-tempat ini?
Tidak ada angkutan umum langsung menuju lokasi-lokasi tersebut. Cara paling praktis adalah menggunakan kendaraan pribadi atau menyewa mobil/driver dari Makassar.
Lima destinasi di atas membuktikan bahwa Sulawesi Selatan tidak pernah kehabisan tempat baru untuk dijelajahi. Dari pesisir selatan hingga dataran tinggi Toraja, setiap lokasi menawarkan karakter yang berbeda. Yang terpenting, datanglah dengan persiapan matang dan sikap menghargai alam sekitar. Karena viralitas tidak akan berarti jika tempat-tempat ini rusak karena ulah pengunjung.